http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5726

  
Rabu, 18 Juli 2012 , 17:49:00

SBY Luncurkan Jurnal Strategic Review



  JAKARTA - Upaya membangun citra positif Indonesia dan berkomunikasi dengan 
dunia internasional terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan 
menerbitkan jurnal ilmiah yang berisi tentang berbagai kebijakan (policy) dan 
pemikiran Indonesia.

  Kemarin (17/7), jurnal bernama Strategic Review itu secara resmi diluncurkan 
di Hotel Shangri-La oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, sudah 
ada lima edisi yang diterbitkan oleh jurnal yang dikomandoi mantan Menteri Luar 
Negeri Hassan Wirajuda itu.

  SBY berharap, penerbitan jurnal tersebut bisa menjadi pintu untuk 
berkomunikasi dengan dunia internasional dengan membawa pemikiran-pemikiran 
dari dalam negeri. "Saya mengimbau dan mengharap banyak pemikir dan intelektual 
labih banyak menulis dalam jurnal nasional dan internasional," katanya.

  Selain peluncuran jurnal, SBY juga membuka Forum Strategic Review yang 
diadakan untuk kali pertama. Tiga tok tokoh yang pernah menjadi orang 
berpengaruh di negerinya masing-masing hadir sebagai panelis dalam kegiatan 
tersebut.

  Mereka adalah mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, mantan 
Presiden Timor Leste Ramos Horta, dan mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia 
Anwar Ibrahim.

  Dalam sambutannya, SBY membagi pengalamannya, khususnya yang berkaitan dengan 
rekonsiliasi dan penanganan konflik. Dia meyakini, setiap konflik dapat 
diselesaikan melalui jalan politik damai. Selain itu, keputusan dan analisa 
politik yang tepat juga bisa mecegah meluasnya konflik.

  "Setiap konflik memiliki karakteristik. Memahami konflik merupakan cara 
menyelesaikan masalahnya," ujar SBY. Nah, dalam proses penyelesaian konflik 
tersebut, lanjut dia, pemimpin memegang peranan yang kuat. "Fungsinya 
mengendalikan dan mendorong proses politik yang biasanya sulit dibangun," 
sambungnya.

  Menurutnya, proses penyelesaian konflik terkadang panjang dan tidak mudah 
menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pemimpin. "Bila konflik belum dapat 
diatasi maka lakukanlah langkah agar konflik tidak meluas dan mengalami 
eskalasi sambil mencari peluang penyelesaian," katanya. (fal) 
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke