Senin, 16 Juli 2012 | 08:39 WIB
Ini Bahaya Makanan Cepat Saji ala Barat 
 

TEMPO.CO, Singapura - Restoran cepat saji ala Barat, yang berkembang di seluruh 
Asia, dituding menjadi penyebab meningkatnya kasus diabetes dan jantung koroner 
di kawasan ini. Dalam analisis lebih dari 50 ribu warga Singapura keturunan 
Cina, mereka yang makan makanan cepat saji dua kali seminggu atau lebih 
memiliki 27 persen peningkatan risiko terkena diabetes dan 56 persen risiko 
kematian akibat penyakit jantung koroner.

"Mereka yang mengkonsumsi makanan siap saji ala Barat lebih besar kemungkinan 
terkena diabetes tipe 2," kata pemimpin penelitian, dr Andrew Odegaard, dari 
University of Minnesota School of Public Health, Minneapolis. 

Ia menyatakan salah satu sebabnya adalah trans-fatty acid yang tidak pernah 
diatur di negara-negara Asia. Ada dokumentasi menyebutkan bahwa lemak yang 
berbahaya bagi kesehatan ini tetap disediakan oleh produsen makanan cepat saji 
di luar Amerika.

Penelitian ini dipublikasikan secara online 2 Juli 2012 di jurnal Circulation.

Konsumsi makanan cepat saji ala Barat, termasuk McDonald, Burger King, dan KFC, 
telah dengan cepat meluas di negara berkembang di seluruh dunia. Ada 
kekhawatiran di antara para ahli kesehatan bahwa diabetes, hipertensi, 
dislipidemia, dan sindrom metabolik, terjadi bersama dengan peningkatan 
kejadian penyakit jantung koroner. 

Selama ini, kata Odegaard, penelitian yang langsung menghubungkan konsumsi 
makanan cepat saji dengan kesehatan sangat terbatas. Otoritas kesehatan 
Singapura memberikan Odegaard dan rekan kesempatan untuk mempelajari kejadian 
diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner di antara 52.584 pengidapnya, 
antara 1993 dan 1998. Untuk mortalitas penyakit jantung koroner, kematian yang 
tercatat hingga akhir 2009 sebanyak 1.397 orang. 

Secara keseluruhan, orang yang makan di restoran cepat saji dua kali per minggu 
atau lebih memiliki risiko meningkat secara signifikan dari diabetes dan 
kematian akibat penyakit jantung koroner.

Meskipun para peneliti menyatakan bahwa trans-fatty acid mungkin salah satu 
alasan bagi peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner, itu 
hanya hipotesis pada tahap ini. Peningkatan konsumsi makanan cepat saji mungkin 
hanya menjadi penanda menonjol dari pola makan dan gaya hidup yang buruk dan 
bukan dalam kaitan sebab-akibat.

STRAITS TIMES | HEART WIRE | TRIP B


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke