Ref: Monggo-monggo, plisssssss, silahkan baku hantam! http://www.tempo.co/read/news/2012/08/20/058424577/10-Polisi-Serang-Markas-TNI-di-Kaimana
Sejumlah personil TNI meneriakkan yel pasukan seusai pulang tugas pengamanan Papua di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (16/1).TEMPO/Budi Purwanto Senin, 20 Agustus 2012 | 10:12 WIB 10 Polisi Serang Markas TNI di Kaimana TEMPO.CO, Kaimana - Bentrok antaraparatur negara kembali terjadi di Kaimana, Papua Barat, Ahad 19 Agustus 2012, sekitar pukul 18.00. Akibat insiden ini, sedikitnya dua sepeda motor milik polisi dibakar dan markas Sub-Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) di sana rusak ringan. Insiden bermula dari cekcok biasa antara warga Kaimana dengan seorang polisi di tengah kota. Polisi berpakaian preman ini menegur si pemuda. Ternyata, pemuda itu adalah adik seorang tentara bernama Pratu Robby. Prajurit yang bertugas di Subdenpom ini kebetulan melintas dan melihat adiknya bermasalah dengan polisi. “Robby berusaha melerai dan minta masalah antarmereka diselesaikan saja di tempat itu,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol (Inf) Jansen Simanjuntak, Minggu, 19 Agustus 2012, malam. Rupanya sang polisi tak terima dengan cara Robby menyelesaikan masalah. Dia mengajak 9 rekannya untuk menyerbu kantor Robby di Subdenpom Kaimana. “Mereka berteriak-teriak di markas kami, mencari Robby,” kata Jansen. Dua petugas jaga di markas, Sertu Ady dan Prada Along, juga dipukuli oleh tamu-tamu tak diundang ini. Beberapa bagian bangunan dirusak. Ady dan Along segera lari mencari bantuan. Kebetulan di belakang Denpom ada perumahan Kodim Kaimana. Para tentara yang sedang beristirahat, langsung balik menyerang 10 polisi yang masih sibuk mencari Robby di kantor Denpom. Situasi berbalik. Giliran polisi yang kabur tunggang langgang. Dua sepeda motor mereka yang tertinggal, langsung dibakar prajurit. Setelah bentrok mereda, Komandan Sub Detasemen Polisi Militer Kaimana, Lettu CPM Joko, bertemu dengan Kasatlantas Polres Kaimana di lokasi kejadian. “Tampaknya pelaku mabuk,” kata Jansen. Polisi dan militer pun sepakat berdamai. Dandim 1713/Kaimana Letkol (inf) Susilo mengatakan bentrokan ini terjadi akibat kesalahpahaman dua belah pihak. “Tapi persoalan ini sudah diatasi secara kekeluargaan,” ujarnya. JERRY OMONA [Non-text portions of this message have been removed]
