http://arrahmah.com/read/2012/08/22/22587-mui-thoriqoh-tijaniyah-tidak-sesat-yang-sesat-pimpinannya-di-sukabumi.html


Kamis, 5 Syawwal 1433 H / 23 Agustus 2012

MUI : Thoriqoh Tijaniyah tidak sesat, yang sesat pimpinannya di Sukabumi
Bilal

Rabu, 22 Agustus 2012 18:54:11


SUKABUMI (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi menyatakan 
Thoriqoh Tijaniyah tidak sesat, tetapi yang sesat adalah ajaran Sumarna yang 
mengaku sebagai pemimpin ajaran Tijaniyah di Desa Bojong Tipar, Kecamatan 
Jampangtengah.

"Ajaran Sumarna yang sesat dan mengaku sebagai pemimpin Tijaniyah, padahal 
setelah duduk bersama dengan para pemimpin Thoriqoh Tijaniyah, Sumarna ada 
orang yang pernah belajar ajaran Tijaniyah kepada yang salah sehingga ajaran 
yang diajarkannya sesat," kata Ketua MUI Kabupaten Sukabumi Zezen Zainal Abidin 
dalam konferensi pers di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/8) malam 
dikutip Republika On Line.

Zezen menambahkan, Sumarna merupakan orang yang pernah diusir dari Bogor karena 
mengajarkan ajaran sesat, seperti shalat hanya empat waktu dan tidak ada shalat 
Jumat.
Selain itu, Sumarna juga diduga telah melakukan pembunuhan berencana kepada 
ustadz di Kampung Cisalopa, Desa Bojongtipar, Endin karena korban telah 
menentang keras ajaran yang disebarkan oleh Sumarna.
"Kepada para pengikut Sumarna, kami telah mensyahadatkan dan tidak kembali lagi 
kepada ajaran sesat yang diajarkan Sumarna," tambahnya.

Kepada anggota Thoriqoh Tijaniyah, pihaknya mengimbau agar tidak terpancing isu 
yang belum jelas kebenarannya.
Pihaknya telah menegaskan bahwa ajaran Thoriqoh Tijaniyah tidak sesat dan 
diakui oleh Nahdatul Ulama (NU) dan negara.
"Kami juga berusaha agar kasus ini tidak panjang, karena sudah jelas siapa yang 
sesat, ternyata Sumarna yang mengaku sebagai pemimpin Tijaniyah atau orang 
Tijani. Dan kita juga berusaha agar para pengikut Sumarna bisa kembali diterima 
masyarakat sekitar dan tidak lagi melaksanakan ajaran sesat yang diajarkan oleh 
seorang Sumarna," kata Zezen.

Sementara itu, Mukodam Thoriqoh Tijaniyah Muhamad Yunus Abdul Hamid mengatakan, 
Sumarna adalah orang yang sesat dan dahulunya pernah belajar kepada orang yang 
salah untuk mendalami ajaran Thoriqoh Tijaniyah.
Sehingga, kata dia, dalam mengajarkan amalannya Sumarna salah dan sesat serta 
bukan ajaran agama Islam.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengatakan, agar semua pihak menahan diri biarkan 
muspida yang menyelesaikan kasus ini. Sebenarnya, warga marah kepada ajaran 
sesat yang diajarkan oleh Sumarna, sehingga menyulut emosi warga sekitar dengan 
cara membakar perkampungan yang didirikan oleh Sumarna.
"Kami juga berupaya mengembalikan kembali para pengikut Sumarna ke masyarakat 
asalkan tidak lagi mengamalkan ajaran yang diajarkan oleh pemimpin aliran sesat 
ini. Dan kami juga menegaskan, bahwa yang sesat di sini adalah ajaran Sumarna 
bukan ajaran Thoriqoh Tijaniyah," kata Sukmawijaya.

Sebelumnya, Kapolres Sukabumi, AKBP Muhamad Firman mengatakan, pihaknya telah 
menangkap dan menahan Sumarna atas kasus ajaran sesat dan ada dugaan menjadi 
otak pembunuhan seorang ustad di daerah tersebut. (bilal/arrahmah.com)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke