Perkembangan Dibalik Kasus Korupsi Simulator SIM Di Korlantas 

by Kusuma Putri

Jreng…jreng…perkembangan kasus Silumator SIM, Saat ini Mabes Polri 
tengah melakukan penyadapan thd Pimpinan KPK penyadapan oleh Mabes Polri kepada 
Pimpinan  KPK - Komisi Pemberantasan Korupsiini sudah ramai di luar. Mabes 
Polri sendiri melalui Boy Rafli kepada wartawan telah membantah adanya 
penyadapan tersebut

Mabes Polri saat ini tengah mencari-cari kesalahan Pimpinan @kpk_ri dan Staf 
KPK untuk dapat dikriminalisasi. Kriminalisasi kepada Pimpinan KPK dan Staf ini 
dimaksud sebagai bargain kasus Simulator SIM di Korlantas 
Polri. Mabes Polri juga tengah mencari-cari dosa masa lalu para petinggi KPK 
yang bisa dijadikan kasus untuk menekan KPK, Selain menyadap, Polri juga 
menguntit pejabat2 KPK untuk mencari-cari celah kriminalisasi 
kepada KPK. 

Gara-gara kasus di Korlantas ini, Kapolri Timur 
Pradopo dimusuhi oleh internal Polri. Kapolri dianggap sebagai pihak 
yang mendorong KPK untuk mengusut korupsi di Korlantas dan dijadikan isu untuk 
menjatuhkan Timur Pradopo secepatnya, sesuai dengan ketentuan, 
Kapolri akan pensiun pada Maret 2013, tapi internal Polri mendesak agar 
TP dipensiun lebih cepat. Internal Polri menginginkan kalau bisa 
Desember atau Januari 2013 supaya Polri bisa konsolidasi lebih cepat. 
Makin cepat Timur Pradopo pensiun, maka makin aman kasus korupsi di 
Korlantas ini 

Mayoritas petinggi dan mantan petinggi Polri 
marah kepada KPK Karena pengusutan korupsi di Korlantas dapat 
membahayakan hampir semua petinggi dan mantan petinggi Polri. Utk 
mengambil hati para perwira Polri, TP pd saat rapat konsolidasi para 
Pati dan Pamen di PTIK kemarin berjanji akan melawan upaya KPK Timur 
Pradopo mengibaratkan KPK sebagai gerombolan perampok yang rampok rumah 
orang. KPK disalah2kan TP pd rapat tsb  

Saat ini serangan balik ke KPK sudah mulai dilakukan oleh Polri. Polri 
menginginkan agar 
pengusutan kasus korupsi di Korlantas sesuai dengan setingan mereka. Ini 
masalah hidup atau mati !. Pada kasus korupsi di Korlantas ini tidak 
ada aliran suap ke TP, selama ini TP mmg tidak mau terima “setoran” pada kasus 
ini. TP sedari awal sudah membidik para rival-nya agar terjerat 
pada kasus di Korlantas ini. Di awal rapat konsolidasi bbrp wkt lalu, TP 
tegaskan di hadapan ratusan Perwira: “siapapun yang korupsi akan diproses hukum”

TP juga ketemu senior-senior Polri untuk minta dukungan “membersihkan” 
yang terkait dengan kasus Simulator ini. Namun di luar TP mengatakan 
bahwa dia mau sikat KPK. TP menyindir KPK sebagai penegak hukum yg 
bertindak tanpa etika layaknya seperti preman TP jg menolak usulan KPK 
yg minta Polri mengusut kasus korupsi di Korlantas tp tdk boleh usut 
para tersangka yg sdh ditetapkan oleh KPK. KPK sendiri saat ini sangat 
hati2 menangani kasus ini dan mau menunggu suasana reda 

Dalam kasus korlantas ini setidaknya 2 bintang 3 yg disebut2 terima uang adalah 
Nanan Sukarna dan Fajar Prihantoro. Namun mereka berdua 
membantah tegas mendapat bagian dari 33.7 M yg menurut Soekotjo Bambang 
dibagi ke pejabat Polri. . Ketakutan Polri selain aliran uang suap yg 
melibatkan petinggi2nya, juga takut kalau KPK. mengembangkan kasus2 
korupsi lain yg diduga lebih banyak lebih besar dan lebih mengerikan 

Sekian sedikit informasi mengenai perkembangan kasus Simulator SIM di Korlantas 
ini, smoga mencerahkan. 

Berita Terkait: 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/08/medianusantara-kapolri-sebut-kpk.html
 

http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/08/medianusantara-kapolri-sebut-kpk.html
 

http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/08/medianusantara-perang-kpk-vs-polri.html
 

http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/08/medianusantara-sepak-terjang-irjend.html
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke