Ref: Rokok mahal, jadi  bagi para  perokok dipersilahkan mengihirup asap hutan 
yang dibakar untuk perkebunan, antara lain kelapa sawit.  Pasti sehat dan 
bermanfaat bagi kesehatan penduduk. Para atlet PON pun juga disarankan 
menghirup udara segar melalui asap kabut supaya dapat prestasi terbaik, 
demikian wakil rezim.  Sialnya mau dibikin hujan buatan, tetapi kabut asap 
datang  lebih dahulu, begitulah takdir illahi.

http://regional.kompas.com/read/2012/09/02/1842415/Kabut.Asap.di.Pekanbaru.Cemaskan.Atlet.PON

Kabut Asap di Pekanbaru Cemaskan Atlet PON
Penulis : Dwi Bayu Radius | Minggu, 2 September 2012 | 18:42 WIB 

Share:
 KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Ilustrasi 
TERKAIT:
  a.. Hujan Buatan Dimulai, Kabut Asap Justru Muncul 
  b.. Kabut Asap di Pontianak Berkurang 
  c.. Kabut Asap Mulai Muncul di Kalteng 
  d.. Titik Api di Sejumlah Daerah 
  e.. Riau Diselimuti Kabut Asap
PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Kabut asap yang sekali-sekali muncul di Pekanbaru, 
Riau, menimbulkan kecemasan pada atlet-atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) 
XVIII. Karena itu, hujan buatan terus dilakukan di Pekanbaru, dan sekitarnya 
untuk menekan peluang munculnya kabut asap.

Menurut Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan, Unit 
Pelaksana Teknis Hujan Buatan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), 
Heru Widodo, saat dihubungi dari Palangkaraya, Minggu (2/9/2012) ini, kecemasan 
muncul karena kabut asap bisa mengganggu jadwal kedatangan para atlet.

Kedatangan bisa terhambat, karena aktivitas Bandar Udara (Bandara) Sultan 
Syarif Kasim II Pekanbaru terganggu kabut asap. Para pejabat di Riau, mulai 
gubernur, sekretaris daerah, hingga panitia PON XVIII telah meminta Badan 
Nasional Penanggulangan Bencana membantu, agar kabut asap tak muncul di daerah 
itu.

Mereka meminta, jangan sampai para atlet tak bisa menghadiri PON XVIII yang 
akan digelar di Pekanbaru pada 9-20 September 2012, dan batal bertanding karena 
pesawat terbang tidak bisa mendarat. Permintaan itu direspons dengan hujan 
buatan yang dilakukan pada 12-16 Agustus 2012.

Kegiatan itu kemudian dilanjutkan sejak 25 Agustus 2012 dan masih berlangsung 
hingga saat ini. Total lama pelaksanaan hujan buatan di Riau direncanakan 40 
hari. " Hingga saat ini, kami optimistis kedatangan para atlet ke Pekanbaru 
akan berjalan lancar," ujar Heru.

  

Editor :
Agus Mulyadi

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke