http://www.kaltengpos.web.id/?menu=detail_atas&idm=12125
Selasa, 28 Agustus 2012 00:53:52 WIB
Kobar Pun Berkabut
PANGKALAN BUN - Aktivitas pembakaran lahan saat musim kemarau ini hampir
merata terjadi di wilayah Kotawaringin. Tak terkecuali Pangkalan Bun
Kotawaringin Barat. Pada musim kemarau ini sebagian warganya juga membuka lahan
dengan cara membakar. Akibatnya, kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah
Kobar, termasuk pada kawasan kota Pangkalan Bun, terutama pada pagi hari.
Pembakaran lahan belakangan terus terjadi di wilayah seberang Kelurahan Raja
dan Mendawai arah Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam). Pada sore hari asap
tebal mengepul di sana.
Ditengarai terjadi hingga malam hari, dan kemudian terbawa arah angin ke
sekitar kota, hingga pada pagi hari beberapa titik mulai diselimuti asap.
"Hingga pukul 06.30 asap masih terlihat pekat sangat tidak enak aromanya," ujar
Asti warga Kelurahan Raja pangkalan Bun. Menurut dia, kondisi tersebut sudah
terjadi tiga hari belakangan.
Namun, pagi kemarin kabut asap terasa semakin pekat. Senada itu, Samsu
salah seorang warga Kelurahan Mendawai Pangkalan Bun menduga, asap diduga
kiriman dari wilayah Seberang Mendawai yang sengaja dibakar warga untuk
pembukaan lahan. "Kalau tidak ada hujan bisa terus-terusan musim kabut asap,
bisa semakin
parah," ujarnya dengan nada kesal. Selain di wilayah seberang, pembakaran
lahan juga terjadi wilayah desa Kumpai Batu Atas dan Kumpai Batu Bawah serta
Desa Trantang hingga wilayah Tanjung Putri Kecamatan Arut Selatan.
Ditambahkannya, saban hari pada wilayah tertentu selalu ada pembakaran lahan.
Warga yang tidak merasa memakar lahan pun turut menjadi korban karena
dampak pembakaran tersebut. "Asapnya sangat mengganggu kami. Kami yang tidak
ikut membakar jadi ikut kena. Mata perih, rumah juga menjadi kotor karena
arang-arang pembakaran beterbangan dan masuk ke rumah," ujar Udin, warga Desa
Trantang. Namun, dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi
tersebut.
"Mau melarang juga malah takut ribut," ujarnya. Kepala BKSDA SKW II
Pangkalan Bun Hartono mengatakan, pihaknya telah berulangkali menyosialisasi
larangan membuka lahan dengan cara membakar. Menurut dia, masyarakat boleh
membakar namun harus melapor terlebih dulu kepada Brigade Pengendalian
Kebakaran Hutan Manggala Agni di pihak BKSDA. Lahan yang hendak dibakar juga
harus dijaga dan dibuatkan sekat bakar. "Waktu membakar juga harus malam hari,
sebab api lebih mudah dikendalikan karena tingkat kelembaban tinggi,"
jelasnya.(kri/tur)
a.. Print
b.. Email
c.. Track Back
[Non-text portions of this message have been removed]