Anas: Hanya yang Sanggup dan Berani yang Saling Memaafkan Penulis : Robertus Belarminus | Minggu, 19 Agustus 2012 | 22:22 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWANKetua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum 1 JAKARTA, KOMPAS.com - Bermaafan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang sanggup dan berani. Demikian diungkapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, saat mengadakan "Open House" di kediamannya, Jalan Teluk Semangka C4 nomor 7 Durensawit, Jakarta Timur. Acara ini sekaligus digunakan sebagai ajang silahturahmi dan bermaaf-maafan pada perayaan Idul Fitri 1433 H. Anas berharap semua pihak mau bermaaf-maafan dengan sesama. "Bermaafan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang sanggup dan berani. Itu bagian penting untuk menjernihkan persoalan-persoalan yang selalu muncul didalam hubungan manusia," kata Anas, kepada wartawan, Minggu (19/8/2012) di sela-sela acara. Anas juga menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan yang berdekatan dengan Idul Fitri, harus dimaknai dengan spirit kemenangan bersama untuk mewujudkan integritas nasional bangsa. "Idul Fitri kali ini kan berdekatan dengan kemerdekaan, jadi kalau kita sebagai bangsa semakin bersatu, semakin solid, pasti tidak suka konflik," ujar pria asal Blitar tersebut. Namun ketika ditanya mengenai apakah hari ini dirinya telah mengucap silahturahmi dengan rekan satu partai yang saat ini tersandung masalah korupsi yakni Angie dan Nazaruddin, Anas hanya berkata, "Ah, sampeyan ini." Dalam acara tersebut, Anas yang didampingi Istrinya Athiyyah Laila, menyambut dan menyalami undangan yang hadir. Beberapa tokoh yang hadir, diantaranya Anggota Komisi I DPR Roy Suryo, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Max Sopacua, dan Jafar Hafsah, serta Menteri Koperasi Syarief Hasan. Editor : A. Wisnubrata Anas Urbaningrum: Idul Fitri Spirit Kemenangan Oleh Muhammad Zulfikar | TRIBUNnews.com – 4 jam yang lalu Lihat Foto Laporan Wartawan Tribun Jakarta, M Zulfikar TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum memaknai hari raya Idul Fitri sebagai spirit kemenangan. "Idul Fitri ini kan spiritnya kemenangan," kata Anas kepada wartawan saat open house di kediamannya, di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit , Jakarta Timur, Minggu (19/8/2012). Lebih lanjut Anas mengatakan, spirit kemenangan itu bagus kalau bila digunakan sebagai momentum untuk kemenangan bersama bangsa ini. "Bagaimana kita menang bersama, caranya adalah dengan semangat Syawal," ujar Anas. Syawal itu maknanya adalah peningkatan atau kenaikan. Jadi Idul Fitri harus kita maknai sebagai peningkatan prestasi bangsa kita. Kalau secara politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan banyak dimensi kebangsaan Indonesia meningkat makin baik pascaramadhan dan pasca Idul Fitri ini, maka spirit Idul Fitri akan terefleksikan dalam kehidupan berbangsa. "Itu yang pertama," kata Anas. Yang kedua, bila ingin menang bersama sebagai bangsa, maka yang pokok adalah menjaga integrasi nasional. Menjaga semangat kebangsaan. "Apalagi Idul Fitri tahun ini pas jatuh pada bulan Agustus yang merupakan hari kemerdekaan kita. Jadi spirit kemerdekaan itu menyatu dengan spirit Idul Fitri kita," ujar Anas. "Prinsipnya solid, kompak bersatu sebagai bangsa. Insya Allah spirit Idul Fitri menjadi masa depan bangsa kita," kata Anas. [Non-text portions of this message have been removed]
