Ref: Bagus, bagus sekali! untuk logo type PMI  diadakan studi banding ke 
Denmark dan Turki. Apakah tidak mampir ke Jenewa bukankah pusat palang merah 
international  di Jenewa? Alasan studi banding kali ini bisa juga menjadi 
alasan untuk studi banding di kemudian hari tentang lambang garuda dan bendera 
merah putih, karena ada negara-negara yang mempunyai lambang mirip burung 
garuda dan bendera merah putih (Monaco) dan putih merah (Polandia). Bisa kacau 
kalau tidak distudibandingkan. Selamat berstudibanting!

http://www.kabar24.com/index.php/logo-pmi-studi-banding-ke-eropa-disetujui-pimpinan-dpr/

LOGO PMI: Studi Banding ke Eropa Disetujui Pimpinan DPR 
5 September 2012 12:40 
  

Newswire

 
Logo Palang Merah Indonesia (PMI)

JAKARTA: Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan pimpinan DPR RI 
menyetujui kunjungan anggota Badan Legislasi (Baleg) ke Denmark dan Turki untuk 
studi banding karena menyangkut pembahasan pokok rancangan undang-undang (RUU) 
tentang Palang Merah.

“Rapat pimpinan sudah memutuskan bahwa diperbolehkan melakukan kunjungan ke 
luar negeri bila membahas sebuah Undang-Undang,” kata Taufik di gedung DPR RI 
Jakarta, Rabu.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu, lambang 
Palang Merah di Indonesia memang “perlu dikaji ulang”, termasuk konsekuensi 
bila menggunakan lambang baru selain Palang Merah.

“Lambang Palang Merah dibuat pada Perang Dunia II. Tapi kan sekarang tidak lagi 
ada perang. Kajian untuk membuat lambang baru merupakan inovasi dan penentuan 
lambang itu tak semata-mata menentukan lambang saja,” kata Taufik.

Sementara anggota Baleg DPR RI Taslim Chaniago menilai studi banding ke Denmark 
dan Turki untuk menentukan lambang Palang Merah tidak penting sama sekali.

“Saya sendiri anggota Baleg, tapi kalau hanya menentukan logo palang merah, Red 
Cross atau Bulan Sabit Merah, itu tidak penting sama sekali,” kata Taslim.

Politisi PAN itu mengatakan lambang Palang Merah tak perlu dipersoalkan dalam 
pembuatan RUU Palang Merah karena sudah menjadi ketentuan internasional.

“Lambang Red Cross sudah dipakai secara internasional. Bila diubah dengan logo 
lain, dan masuk ke daerah konflik, maka orang tak akan mengenal logo selain Red 
Cross, itu bisa menimbulkan masalah baru,” kata dia. (Antara/ea)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke