http://www.indopos.co.id/index.php/berita-indo-rewiew/27427-teroris-siap-serang-dki.html

Thursday, 06 September 2012 12:04 



Teroris Siap Serang DKI
 
AHMAD S HAMID/INDOPOS SIAPKAN BOM?: Polisi mengamankan bom setengah jadi di 
rumah Toriq. Polisi menyegel rumah Toriq (bawah).


Bom Setengah Jadi Ditemukan di Tambora

JAKARTA-Temuan benda men curigakan di rumah milik Iyot, di Jl Teratai 7, RT 
02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, tak boleh dianggap 
sepele. Benda diduga bom rakitan itu sinyal ba ru aksi teroris kembali bekerja. 
Pengamat terorisme, Al Chaidar, menerangkan temuan barang mencurigakan di 
wilayah Ja karta perlu diantisipasi secara baik.

Bukti itu mengarah ada upa ya melakukan aksi di kawasan Jakarta. ’’Tentu 
bidikannya masih pada dae rah-daerah yang dijadikan sim bol kezaliman dan 
perlawanan terhadap ideologi para teroris,’’ ujar dia kepada IN DOPOS, kemarin. 
Menurut mantan petinggi Negara Islam Indonesia (NII) itu, rakitan bom yang 
ditemukan aparat keamanan itu memberikan arahan sudah ada rencana penyerangan, 
meski belum dapat dipastikan waktu dan lokasinya secara persis.

Al Chaidar memperkirakan, ke lompok yang terlibat itu bukan lah dari jaringan 
baru. Mereka dari kelompok lama yang mem bentuk pola-pola baru. De ngan 
generasi yang juga baru. Tentu saja, menurut dia, tujuannya untuk lebih 
mengaburkan jaringan teroris yang beraksi. Sekaligus lebih memper kuat image 
gerakan teroris masih hidup dan perlawanan belum berakhir.

Hingga segala bentuk upaya dilakukan para ka der teroris tersebut. Kenapa 
menggunakan kawasan Tambora? Dia menilai lebih sebagai upaya pengalihan 
terhadap pencarian aparat. Sebab, sejumlah wilayah di sekitar Jakarta terkesan 
sudah begitu su lit disinggahi. ’’Di sekitar Ja kar ta mereka mencoba tinggal 
dan hidup saja. Sedangkan di Tam bora itu menjadi lokasi menyusun aksi dan 
perakitan,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, pola terse but memberikan kemudahan bagi teroris mengirimkan 
’ba rang’ ke lokasi yang dituju. Tan pa menghadapi berbagai ke sulitan lagi. 
Bagaimana soal bahan bakunya? Al Chaidar me rasa bukan sebuah kesulitan bagi 
pelaku teroris. Mereka bisa melakukan banyak hal untuk mendapatkan 
barang-barang tersebut.

’’Jaringan mendapatkan pasokan bahan pembuat bom bukan lagi persoalan. Mereka 
sudah tahu dan bagaimana mendapatkan,’’ tegasnya Seperti diketahui, warga 
kampung Teratai, Kel Jembatan 5, Kec Tambora, Jakarta Barat, kemarin dihebohkan 
oleh penemuan bubuk rangkaian bom setengah jadi yang diduga sebagai bahan 
peledak berkapasitas besar.

Bubuk dan rangkaian bom setengah jadi ini berceceran di dalam kamar milik 
Muhammad Toriq, 32, warga RT 02 RW 04 ini. Informasi yang dihimpun INDOPOS, 
penemuan tersebut setelah warga melihat asap putih keluar dari atap, pintu 
kamar, dan pintu belakang rumah berwarna kuning sekitar pukul 16.00 WIB 
kemarin. Melihat asap putih, warga yang trauma dengan kebakaran langsung 
berhamburan.

Mereka mencoba mencari sumber asap putih yang menyesakkan pernapasan itu. 
’’Kami mencoba mencari sumber asap, kami khawatir kalau terjadi kebakaran,’’ 
kata Subagyo, Ketua RT 02 RW 04 kepada INDOPOS. Sejumlah warga berusaha 
mendobrak rumah yang dihuni empat orang tersebut, yakni Muhammad Toriq, Iyot, 
60 (ibunya), Yanti (istrinya), dan putranya. Sayangnya, upaya warga tersebut 
dihalangi Toriq.

Dia berusaha menutup pintu kamarnya dan pintu belakang dengan alasan tidak 
terjadi apaapa. ’’Bukannya pintu dibuka tetapi pintunya ditahan pakai kursi, 
padahal istrinya sudah keluar sambil menggendong anaknya,’’ ujarnya. Warga 
kemudian mendobrak paksa pintu belakang. Saat pintu terbuka, warga melihat 
Toriq membuang bubuk dan cairan yang diduga sebagai bahan peledak ke dalam 
kantong plastik transparan, dan sisanya di buang ke dalam got belakang rumahnya.

Kedua tangannya terlihat penuh bubuk mesiu putih, seperti bahan petasan. Meski 
tidak tahu apa yang Toriq kerjakan, sejumlah warga yang memasuki rumah sempat 
melihat rumus-rumus kimia yang ditulis dengan tangan, kabel berukuran kecil, 
tembaga, rangkai alat elektronik berukuran kecil. ’’Kami tidak tahu apa yang 
dia kerjakan, tetapi setelah warga masuk dia langsung kabur,’’ kata bapak empat 
anak tersebut.

Merasa curiga dengan aktivitas tersebut, warga melaporkan kejadian itu ke pos 
polisi tidak jauh dari stasiun Angke, Keca matan Tambora, Jakarta Barat. Ada 
sebagian warga yang menghubungi pemadam kebakaran. ’’Satu pemadam kebakaran 
sudah sampai, tetapi karena tidak ada api mereka balik lagi,’’ katanya.

Tidak lama kemudian satu demi satu petugas kepolisian berseragam menuju TKP. Sa 
yangnya, saat petugas kepolisian memeriksa rumah yang seharihari digunakan 
jualan voucher itu, petugas tidak mendapat Toriq. Pasalnya, sejak warga 
memasuki rumah milik Iyot, 60, Toriq sudah menghilang.

’’Ada warga melihat pria tersebut kabur menggunakan sarung menuju teratai 
Raya,’’ katanya. Petugas kepolisian langsung menciduk istri dan ibu Toriq untuk 
dimintai keterangan dan membawa bahan kimia dan cairan yang dibungkus plastik 
putih dan menyegel rumah tersebut. Petugas kepolisian berseragam dan bebas pun 
berjaga- jaga tidak jauh di lokasi.

Mereka meminta sejumlah warga tidak mendekati lokasi sebelum tim gegana polda 
Metro Jaya memeriksa lokasi. ’’Ibu dan istrinya berikut bahanbahan kimia ada 
yang di bawah sebagian masih ada di dalam,’’ jelasnya. Sekitar 19.00 WIB, tim 
Gegana Polda bersama petugas Kepolisian Metro Jakarta Barat menyisir rumah dan 
memasuki rumah berukuran lebih 70 meter persegi itu.

Sejumlah barang yang diduga bahan peledak dikeluarkan satu demi satu, di 
antaranya empat botol putih berisi cairan, paku kecil dua toples putih bening, 
gulungan kabel berukuran kecil biru, merah, putih dan hitam. Rangkaian 
elektronik yang sudah terhubung dengan 2 handphone, gulungan tembaga, dan pipa 
paralon putih.

Satu demi satu bahan yang diduga keras digunakan untuk membuat bahan peledak 
tersebut disimpan dalam kardus cokelat berjumlah enam buah. Selanjutnya, bahan 
yang diduga keras digunakan untuk membuat bom ini dibawa petugas Labfor.



Bom Setengah Jadi 

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Polisi Suntana di lokasi mengatakan, telah 
ditemukan rangkaian bom setengah jadi di rumah milik Iyot, 60, ibu dari 
Muhammad Toriq yang sampai saat ini dalam pengejaran petugas. Pasalnya, saat 
petugas mendatangi lokasi tersebut, Toriq sudah melarikan diri. ’’Saya tegaskan 
ini bukan ledakan, hanya kepulan asap yang diduga rangkaian bom, kami masih 
menduga itu bom,’’ terangnya.

Petugas kepolisian telah meng amankan dua saksi yang tidak lain adalah ibu dari 
Muham mad Toriq, yakni Iyot, 60 dan istrinya, Yanti. Keduanya di tangkap 
bersama barang bukti berupa rangkaian bom sete ngah jadi yang dibuat anaknya. 
’’Apakah benda itu rakitan bom atau tidak, kami sudah mengamankan, dan ibu dan 
istri sudah dimintai keterangan,’’ katanya.

Apakah Muhammad Toriq termasuk kelompok Firman yang ditangkap di kawasan Depok, 
Jawa Barat, dinihari kemarin, perwira bergelar dokter tersebut belum bisa 
memastikan. ’’Kami belum bisa memastikan, semuanya masih dalam penyelidikan,’’ 
paparnya. Rencananya esok hari, petugas kepolisian akan melakukan olah TKP dan 
akan mensterilkan lokasi tersebut.

Sebagai warga yang lahir dan besar di lingkungan Gang Teratai, Kelurahan 
Jembatan 5, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Muhammad Toriq dikenal sebagai 
pria tertutup. Bapak satu anak ini tidak pernah bergaul dengan warga sekitar. 
Bahkan, lulusan SMA di kawasan Tambora tersebut hampir selalu berada di 
rumahnya. Dia pun tidak pernah terlibat dalam organisasi radikal. ’’Dia itu 
tertutup, jarang bergaul, kalaupun keluar paling main catur sambil menjaga 
voucher,’’ jelas Imam, 34, tetangga korban.(ash/rko)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke