Ref: Telah dideteksi sebelum bom meledak ataukah sesudah meledak?, Kalau 
dideteksi sesudah  bom meledak berarti  sangat luar biasa hasil deteksi.

http://www.antaranews.com/berita/332021/bin-intelijen-telah-deteksi-kasus-ledakan-depok

BIN: intelijen telah deteksi kasus ledakan Depok 
Minggu, 9 September 2012 22:45 WIB | 327 Views

 
Kepala BIN Marciano Norman (FOTO ANTARA)


   
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman 
menegaskan intelijen telah mendeteksi dini mengenai aksi perakitan bom di Jalan 
Nusantara, Kecamatan Beji, Depok,pada Sabtu malam (8/9), bahkan dirinya 
mendorong polisi untuk merespons lebih cepat setiap informasi yang diberikan 
intelijen.

"Komunitas intelijen dengan komando teritorial kita sudah bekerja sama untuk 
melakukan pendeteksian dini. Dengan peristiwa itu BIN mengingatkan kejadian ini 
tidak berakhir, pasti ada gilirannya. Dan yang harus ditingkatkan bahwa 
kepedulian masyarakat terhadap perkembangan situasi yang tidak wajar itu harus 
ditingkatkan," kata Marciano dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, 
Jakarta, Minggu.

Dalam jumpa pers itu, hadir Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal 
(Pol) Timur Pradopo, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 
Ansyaad Mbai.

Ia juga mendorong peningkatan sinergitas aparat, intelijen, aparat daerah, 
polda, kodam, sampai tingkatan terbawah, termasuk melibatkan pemda untuk 
sama-sama mewaspadai aksi teror.

"Sekarang tidak boleh lengah lagi, kalau lengah nanti terulang lagi. Aktifkan 
semua sistem pengamanan di daerah, baik itu di lingkungan itu sendiri supaya 
tidak kecolongan," katanya.

Marciano menambahkan, kepedulian dan kepekaan masyarakat terhadap kondisi 
lingkungan yang tidak wajar harus ditingkatkan agar peristiwa itu tidak 
terulang kembali.

Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan BIN tidak kecolongan soal teror bom 
yang meledak di Depok karena BIN sudah bekerja dengan baik dan bertindak 
profesional.

"BIN sudah memperoleh informasi-informasi itu yang disebarkan ke polda, ke 
Polri. Mereka tidak boleh bertindak sendiri-sendiri. Kinerja aparat intelijen 
bukan kecolongan karena mereka tidak bisa bertindak sendiri. Intelijen 
menyiapkan data untuk diberikan ke aparat," katanya.

Djoko menambahkan, peta tentang keberadaan para pelaku teroris diyakininya 
sudah dimiliki oleh intelijen, namun aksi terorisme tetap dapat terjadi 
sewaktu-waktu karena inisiatif ada di pihak teroris. Oleh karena itu, 
kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Di rumah kontrakan yang berkedok rumah Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara polisi 
berhasil menemukan beberapa barang bukti berupa, tiga granat (nanas mangis, 
asap), satu pucuk senjata bareta dengan 17 butir peluru, dua pucuk senjata 
enggran (jenis serbu) dalam bentuk rangkaian, puluhan butir peluru.

Kemudian, satu silincer (peredam suara senjata), enam buah "switching" dalam 
rangkaian bahan pembuat bom, enam paralon 1/4 inc sudah terisi rakitan bom, 
bahan peledak jenis serbuk/black powder potassium, satu unit detonator 
elektrik, dan surat wasiat yang tengah diteliti.

Beberapa temuan barang bukti itu sama dengan temuan kasus teror di Solo, yakni 
pistol Bareta. Hanya saja, untuk kasus di Depok (Sabtu, 8/9), pistol itu tidak 
ada tulisan yang menyatakan pistol tersebut property kepolisian Filipina. 
Ditemukan pula paralon terisi rakitan bom. Ini sama dengan temuan di Tambora.

Kronologis kejadian yang diperolehnya, pada Sabtu malam (8/9) sekitar pukul 
21.30, terjadi ledakan bom rakitan di Jalan Nusantara Kecipir Nomor 63, RT 
04/013, Beji, Kota Depok. Bom tersebut meledak di sebuah rumah kontrakan yang 
di depannya terdapat spanduk warna kuning bertuliskan nama yayasan yatim piatu.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka-luka. Berdasarkan data yang 
sama, satu orang mengalami luka berat, yakni tangan kanan putus dan luka bakar 
sekitar 70 persen.

"Identitasnya belum diketahui," kata Djoko.

Korban tersebut saat ini dirawat d RS Polri Sukanto Kramat Jati. Pertolongan 
pertama, korban dilarikan ke RS Mitra Keluarga, yang selanjutnya pada pukul 
02.00 korban dirujuk ke RS Polri Kramat Jati.

Sementara dua korban lain, diketahui bernama Mulyadi Hidayat (32 tahun), dan 
Febri Bagus Kuncoro (20 tahun) mengalami luka ringan. Kedua korban tersebut 
berlokasi tinggal di belakang tempat kejadian perkara (TKP).(S037/A011) 
Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke