Ref: Bagaimana dengan korupsi Pak Harto yang telah masuk daftar anti korupsi Perserikatan Bangsa-Bangsa – UN StAR, dimana dinayatakan bahwa Pak Harto menyembunyikan harta hasil panen korupsi sebesar antara US$ 30 miliar dan US$ 50 miliar di berbagai pelosok dunia? Bukankah PBB bersedia mengulurkan tangan agar supaya harta hasil panen korupsi tsb bisa dikembalikan ke kas NKRI? Apakah Denny cs sudah lupa ataukah sengaja melupakan?
Sebagai catatan dapat diberitahukan bahwa bank-bank yang biasanya dipakai oleh koruptor, bandit narkoba, mafia, garong etc untuk menyembunyikan harta mereka seperti di bank di Swis, Cayman Island, Panama, Lichtenstein, Andora, Bahama etc sudah menandatangani perjanjian dengan berbagai negara untuk membuka rahasia siapa-siapa saja yang punya rekning di bank mereka. Jadi apakah rezim NKRI dengan KPKnya sudah melangkah ke arah penyelesain untuk harta korupsi alm Soeharto disita? http://news.okezone.com/read/2012/09/11/339/687960/denny-indrayana-indonesia-sebagai-pemimpin-pemberantasan-korupsi Denny Indrayana : Indonesia Sebagai Pemimpin Pemberantasan Korupsi Prabowo - Okezone Selasa, 11 September 2012 05:05 wib Foto: (dok okezone) YOGYAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) Denny Indrayana mengaku bangsa Indonesia menjadi pemimpin dalam pemberantasan korupsi didunia. "Para delegasi negara sahabat, selamat datang di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, salah satu kota yang penuh dengan sejarah dan kekayaan budaya, serta yang paling penting, tempat lahirnya semangat dan banyaknya pejuang antikorupsi di Indonesia," kata Denny, saat membuka workshop 'Internasional Cooperation & Mutual Legal Assistance' yang dihelat Komisi Pemberantasan Korupsi di Yogyakarta, Senin (10/9/2012). "Tidak kita ragukan lagi, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, kejahatan kemanusiaan. Sehebat apapun peradapan kemanusian, ia dapat luluh lantah oleh perilaku korupsi yang memang sangat destruktif," jelasnya. Menurutnya Indonesia memiliki beberapa cerita sukses untuk mengembalikan beberapa buron kasus korupsi yang telah lari ke luar negeri. Padahal, negara yang dipilih sang buron kasus koruptor adalah negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi ataupun pejanjian MLA dengan Indonesia. "Pendekatan non formal ternyata juga mampu menangkap koruptor dengan cepat dikembalikan ke Indonesia," tuturnya. "Sebelum kembali ke negara masing-masing, saya menyarankan agar seluruh delegasi, utamanya yang berasal dari negara sahabat untuk dapat menjelajahi tempat-tempat wisata menarik di Yogyakarta dan sekitarnya. Enjoy the workshop, enjoy Yogyakarta. Keep on fighting for a better world. The world with a better cooperation to combat corruptian ! I thank you," pungkas Denny. Acara yang diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara, mulai dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singgapura, Kampoja, Filipina, Thailand, Vietnam, hingga Laos itu dibuka oleh Ketua KPK, Abraham Samad. (ctr). [Non-text portions of this message have been removed]
