Ref: Kalau bendera untuk membantu manusia berkesusahan dipersoalkan karena antara lain kebarat-baratan dan oleh karena itu perlu diganti, maka perlu juga studi banding untuk bendera merah putih. Bukankah bendera mereh putih itu juga kebarat-baratan, karena Monaco dan Bawaria [negara bahagian di Jerman], mempunyai bendera berwarna merah putih. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan ialah bendera kolonial Belanda, dari atas kebawah, berwarna merah, putih dan biru. Birunya dibuang jadilah bendera NKRI. Apalagi dibilang bahwa bendera merah putih itu berasal dari umbu-umbu semasa kerajaan Mojopahit. Mojopahit dulu itu agamanya Hindu.
Kalau sudah selesai mengenai bendera negara, perlu juga bikin studibanting tentang lambang negara, burung “Garuda”. Kata “garuda” berasal dari bahasa sanskrit, yaitu bahasa kaum Hindu zaman purbakala. Kalau tak salah dibaca dan tak salah diingat ialah bahwa lambang burung Garuda berasal dari mitologi Hindu. Di belahan bumi bahagian barat ada negara-negara yang mempunyai lambang burung Garuda. Ada yang dua kepalanya seperti lambang negara Rusia dan Albania, dan ada pula yang hanya satu kepalanya yaitu pada lambang negara Polandia. Putih warnanya, mungkin sudah tua burungnya jadi beruban warna bulu-bulu badannya. Bendera Polandia terbalik dari bendera NKRI, yaitu putih merah. Pendeknya masih banyak yang harus distudibanding atau studibanting oleh badan legislatif pada masa mendatang. http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/11/347531/284/1/Kunjungan-DPR-ke-Denmark-dan-Turki-Terkait-Lambang-PMI Kunjungan DPR ke Denmark dan Turki Terkait Lambang PMI Penulis : Hafizd Mukti Selasa, 11 September 2012 19:18 WIB a.. JAKARTA--MICOM: Studi banding panitia kerja (panja) Rancangan Undang-Undang tentang Palang Merah Indonesia (PMI) ke Denmark dan Turki untuk memperjelas identitas PMI. Menurut anggota Badan Legislasi (Baleg) dari F-PDIP Honing Sanny di Jakarta, Selasa (11/9), kunjungan ke Denmark dan Turki adalah untuk membahas identitas palang merah (red cross) dan bulan sabit merah. Menurutnya pembahasan RUU PMI cukup prinsip, karena selain mengatur lambang, juga berkaitan dengan konvensi Jenewa yang mengatakan satu negara harus memiliki satu organisasi kepalangmerahan, karena hal itu merepresentasikan negara. "Yang menjadi persoalan adalah PMI sejak 1945, pada 2002 ada Bulan Sabit Merah. Sekarang ada keinginan untuk menggabungkan atau menghilangkan," kata Honing. Lebih jauh, dirinya memaparkan di dunia ada tiga organisasi besar yang berkaitan dengan humanitorian movement, yaitu Red Cross, Bulan Sabit Merah, dan Red Crystal. Kemudian di Jenewa dibuat federasi internasional yang berimbas pada keberadaan organisasi kemanusiaan di Tanah Air. "Hari ini ada yang beranggapan Red Cross ini westernisasi, kemudian ada Bulan Sabit Merah dari Turki. Dalam konvensi Jenewa satu negara harus satu," jelasnya. (Pit/OL-04) +++++ http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/09/347529/284/1/Baleg_tidak_Berniat_Ubah_Lambang_PMI Baleg tidak Berniat Ubah Lambang PMI Penulis : Thomas Harming Suwarta Selasa, 11 September 2012 19:21 WIB a.. JAKARTA--MICOM: Badan Legislasi (Baleg) DPR memastikan tidak berencana mengubah lambang Palang Merah Indonesia (PMI). “Selama saya mengikuti pembahasan RUU Kepalangmerahan di baleg maupun di panitia kerja (panja) baleg, tidak ada kesimpulan yang mengarah pada perubahan lambang PMI,” kata anggota Baleg DPR Martin Hutabarat di Jakarta, Selasa (11/9). Martin menambahkan, baik PMI maupun lembaga sosial lain juga tidak ada yang mengusulkan perubahan lambang PMI. Demikian juga instansi pemerintah seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, maupun Kementerian Luar Negeri. “Mayoritas anggota panja RUU PMI di Baleg juga tidak berniat merubah lambang PMI, semuanya sepakat menginginkan agar kinerja PMI ke depan yang penting harus ditingkatkan sesudah pengesahan UU ini,” urai politisi Partai Gerindra itu. Martin menjelaskan, lambang PMI yang sekarang dipakai sejak didirikan pada 17 September 1945, yang diketuai pertama kali oleh proklamator Muhammad Hatta. Lambang itu, lanjut Martin, mengikuti lambang palang merah internasional sejak 1863. “Nah Indonesia sebagai anggota palang merah internasional dengan sendirinya mengikuti penggunaan lambang ini, bersama 153 negara lainnya. Lambang palang merah itu sangat mirip dengan lambang negara Swis. Kalau Swis lambang negaranya putih dan merah, sedang palang merah internasional sebaliknya yaitu merah dan putih,” terang Martin. Martin menilai, lambang yang mirip dengan lambang negara Swis tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahiran palang merah internasional. Sebab, konferensi pertama palang merah internasional diadakan pada 1863 di Jenewa, Swis. Selain itu, pendiri palang merah internasional, Jean Henri Dunant, adalah warga negara Swis. “Jadi sebagai penghormatan dunia terhadap Swis sebagai negara yang sangat konsern terhadap cita-cita palang merah, digunakanlah lambang yang mirip lambang negara Swis. Jadi intinya kami tidak ada sedikit pun upaya untuk mengubah lambang PMI,” katanya. (SW/OL-04) [Non-text portions of this message have been removed]
