Kalau Panwaslu juga Netral, pasangan No 1 ini pasti sudah didiskualifikasi. 
        
 
Arahkan Pilih Foke, Petugas RT/RW Bagikan Rp100 Ribu
Misbahol Munir - Okezone
Senin, 17 September 2012 11:52 wib wib

JAKARTA - Menjelang Pemilukada DKI Jakarta putaran dua pada 20 September 
mendatang, para tim sukses masing-masing pasangan cagub-cawagub terus 
bergerilya. Gerilya politik juga dilakukan oleh petugas Pendata Kartu Pemilih 
dari RT/RW.
 
Ely (27), warga Cipedak, yang beralamat di Jalan Aselih, RT 011/RW 01, 
Jakakarsa, Jakarta Selatan, mengaku didatangi oleh Pendata Kartu Pemilih RT/RW 
setempat, kemarin. Petugas Pendata Kartu Pemilih itu pun memulai pembicaraannya 
dengan basa-basi, lalu menanyakan pada pokok persoalaan tentang siapa yang akan 
dipilih pada 20 September.
 
Petugas tersebut pun berbusa-busa mengkampanyekan tentang kelebihan pasangan 
calon incumbent Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli. Tak hanya berhenti disitu, petugas 
yang seharusnya netral dan memastikan warga tersebut tidak golput, jauh dari 
harapan. Petugas yang diduga menjalankan tugas senyapnya sebagai tim sukses 
Foke-Nara, mengiming-imingi warga dengan uang sebesar Rp100.000 agar memilih 
Foke pada hari pencoblosan.
 
Namun, petugas tersebut tidak menyerahkan langsung uang yang dijanjikannya. 
Uang itu akan diberikan setelah selesai pencoblosan nanti.
 
"Saya kemarin didatangi oleh petugas Pendata Kartu Pemilih, dia kampanye Foke 
dan menyuruh kami untuk milih dia," katanya kepada Okezone, Senin (17/9/2012).
 
"Tapi uangnya enggak diberikan sekarang. Nanti kalau udah nyoblos uangnya akan 
diberikan," tuturnya.
 
Ely juga mengaku, pemilik kontrakannya pun sering berkampanye tentang 
Foke-Nara. Bahkan, pemilik kontrakannya pun mengatakan tak pantas Muslim 
memilih pemimpin selain Muslim.
 
Ely tak habis pikir melihat para petugas Pendata Kartu Pemilih RT/RW itu juga 
bergerilya mengkampanyekan Foke-Nara. Padahal, kata dia, siapan pun yang mau 
dipilih adalah hak dia.
(lam)


Kirim email ke