http://www.antaranews.com/berita/335976/menteri-bumn-optimistis-indonesia-jadi-negara-maju Menteri BUMN optimistis Indonesia jadi negara maju Sabtu, 29 September 2012 20:42 WIB | 98 Views
Menteri BUMN Dahlan Iskan (ANTARA) Kuta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan optimistis Indonesia bisa menjadi negara maju di tengah kondisi kesejahteraan bangsa yang makin membaik. "Orang jika tidak miskin itu lebih berani, semakin pemberani. Orang kalau sudah masuk kelas menengah jiwanya lebih independen karena merasa mampu menghidupi dirinya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain," katanya saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-50 Universitas Udayana, di Jimbaran, Kuta, Bali, Sabtu. Menurut dia, saat ini sekitar 136 juta jiwa penduduk Indonesia kondisi perekonomiannya sudah masuk kategori menengah ke atas dengan ciri-ciri keinginan serba cepat, berbicara vokal, dan ingin menyelesaikan persoalan dengan cepat. Hal tersebut merupakan modal yang luar biasa bagi negara ini untuk naik kelas menjadi negara maju. Sayangnya, kata dia, kecepatan dari kelompok ini tidak diimbangi dengan kemampuan birokrasi. "Birokrasi kita serba lambat. Jadi tidak ketemu, ada 136 juta orang yang mau serba cepat, namun birokrasinya serba lambat. Persoalan ini dalam lima tahun ke depan harus segera diselesaikan," ujarnya. Dahlan menambahkan, jika tidak segera diselesaikan, maka akan terjadi bentrokan antara keinginan dan kenyataan. Efeknya sekarang sudah dirasakan bangsa Indonesia dan akan menjadi lebih berat lagi jika didiamkan. Oleh karena itu, lanjut Dahlan, pilihannya birokrasi harus berubah memberikan pelayanan lebih cepat sesuai dengan keinginan 136 juta orang itu. "Selama ini mereka yang 136 juta lebih berbahaya dibandingkan penduduk miskin yang jumlahnya sekitar 36 juta orang karena umumnya yang miskin tidak terlalu vokal. Karena terlalu vokal, maka anggaran negara kita sejauh ini lebih banyak untuk menyelesaikan kelompok itu, padahal seharusnya untuk menyelesaikan persoalan masyarakat miskin," katanya. Modal besaran penduduk untuk menjadi negara maju, kata dia, sudah sangat cukup, tinggal hambatannya saja yang harus dihilangkan. Sedangkan untuk mengambil langkah mundur, itu sudah tentu tidak memungkinkan. Dia mengakui tidak mudah untuk mereformasi birokrasi. "Banyak persoalan birokrasi di Indonesia bukan masalah bisa tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau. Sesungguhnya begitu mau, pasti bisa," kata Dahlan. (KR-LHS/M038) Editor: Ruslan Burhani COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com [Non-text portions of this message have been removed]
