Catatan Harian Whistle Blower - Bag. 12 

by @STNatanegara

doktrin 'kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah' sudah membudaya, karena 
menimbulkan 'value'

Afriyani 15 tahun penjara.. bagaimana pemilik jalanan berlubang yang menewaskan 
para pengendara?


Hillary Clinton datang ke Indonesia, kira2 hadiah apa yang akan 
disiapkan oleh Pemerintah? konsesi Migas, import senjata, hutang baru 
ataukah hanya kunjungan biasa?

Mendagri Gamawan Fauzi kapan 
mundur yah.. E-KTP bukannya beres malah kebuka semua belangnya... "Kalau
 target perekaman data 172 juta penduduk tak tercapai Desember nanti, 
saya bersedia mundur,” kata Gamawan... jangan lupa ditagih ya! 
Kemendagri harus tahu hubungan kontraktual antara lead konsorsium dan 
anggotanya. jika tak mau tahu, buat apa meminta membentuk konsorsium?

sayang sekali jika kapal perang dipakai angkut logistic perusahaan 
tambang.. proses pengangkutan bahan tambang dari sejak KP sampai loading
 dan berlayar sarat rekayasa dan tipa tipu.. makelar bahan tambang itu 
seperti semut disekeliling sesendok gula, berlapis lapis susah 
ditembus.. jago bicara dan rajin berjanji.. mafia tambang itu ibarat si 
gemuk yang sedang memakan roti dibelakang si kurus yang sedang merintih 
menahan lapar... Intelijen TNI, Intelijen Kepolisian, Intelijen 
Kejaksaan dan Intelijen Kementerian/lembaga wajib berkoordinasi dg Badan
 Intelijen Negara

dua calon gubernur sudah sama2 dilaporkan ke 
KPK, kita lihat dan nilai siapa yang tercepat diusut oleh KPK.. Foke or 
Jokowi.. :)

pemindahan napi korupsi dari rutan cipinang sudah sesuai aturan, kenapa jadi 
bahan pencitraan wamenkumham?

ada skenario 2013 nanti bubble ekonomi meletus di Indonesia, sepertinya
 benar karena 2012 pun ekonomi sudah overheating.. indikatorny rupiah

orang miskin dan telantar menjadi tanggung jawab negara, tetapi 
ternyata orang miskin tidak pernah merasakan dampak dari pertumbuhan 
ekonomi, selain tak bisa menikmati berkah pertumbuhan ekonomi, kaum 
miskin juga tidak pernah bisa menikmati berkah melimpahnya kekayaan alam

Malaikat bertanya knp semasa menjabat Gubernur membiarkan begitu saja 
praktik prostitusi yg bertentangan dg agama? Foke jawab apa?

ketika kebenaran sejati tak betul-betul dikejar dan digali ... , proses 
dilambatkan dan dilama-lamakan, dibelok-belokkan, kalau bisa sih 
dibekukan... BAP, tuntutan jaksa sampai dengan keputusan hakim, tersusun
 dalam satu desain...seharusnya tak ada lagi tempat bagi pemikiran dan 
penafsiran usang yang seringkali serba tidak adil dan otoriter di negeri
 ini

walau IMF sudah pergi, para komprador asing, yakni para 
kelompok pedagang-penguasa hitam, yang melanggengkan dan meneruskan ide 
IMF penjajah, rezim ekonomi SBY ini sejak awal tidak pro-rakyat, tetapi 
pro-para pengusaha, bualan mereka dg munculnya pengusaha akan mampu 
mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga muncul trickle down effect yg 
bisa dirasakan rakyat, maka jika nanti krisis, Gov akan‘terpaksa’ 
memelihara para konglongmerat yang sebelumnya digunakan sbg kendaraan 
untuk mengejar pertumbuhan, sudah cukup sekali kita merasakan krisis 
maha dasyat, jangan pernah ulangi lagi kesalahan yang sama.. berpihaklah
 pada rakyat...

UU Kelistrikan, UU Sumber Daya Air (SDA), UU 
Penanaman Modal, UU Migas dan lainnya tak lepas dari campur tangan 
kekuatan asing... neo-liberal ini bekerja secara sistematis, termasuk 
menciptakan krisis di sejumlah BUMN dg memasukkan orang orang yg 
pro-liberalisme, melakukan disinformasi utk penyesatan opini publik 
seperti privatisasi untuk kemajuan, dan menciptakan ‘rente’ di sejumlah 
BUMN, saat ini sebanyak 85 persen saham BUMN yang sudah melantai di 
bursa saham dikuasai oleh asing. @saididu pernah mengatakan, dg 
kepemilikan asing yang besar berarti pihak asinglah yg menikmati 
sebagian besar keuntungan BUMN go public

sekitar 200 perusahaan
 besar di Indonesia yang bergerak di bidang produksi dan distribusi, 
sebanyak 70 persennya adalah perusahaan asing, sangat disayangkan ketika
 Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan Blok Cepu kepada 
ExxonMobil dari Amerika Serikat, padahal potensi emas hitam yang 
dikandung di dalamnya ditaksir mencapai 10,96 miliar barel minyak, 
termasuk 62,64 TCF gas, jika kita hitung nilainya secara matematis, 
diperoleh pendapatan kotor sebesar 165,74 miliar dolar AS atau sekitar 
1.500 triliun rupiah, dengan ExxonMobil sebagai operator, negara tidak 
bisa memaksimalkan potensi penerimaannya... memang dilihat sepintas, 
bagi hasil 85:15 seolah-olah sangat menguntungkan negara, dengan total 
split yang diterima negara 93,25%, namun bagi hasil riil bagi negara, 
yaitu Pemerintah, Pertamina dan Pemda, sangat tergantung pada berapa 
nilai dasar yang dibagi hasilkan, nilai dasar ini akan jauh berkurang 
apabila cost recovery yang diklaim operator terlalu besar dan inilah 
yang terjadi. saat ini tidak ada pembatasan terhadap jenis biaya yang 
bisa dibebankan dan terhadap nilai cost recovery yang dapat diklaim, 
dalam 10 tahun pertama operasi Blok Cepu, diperkirakan negara kehilangan
 potensi penerimaan setidaknya Rp 51 triliun, ada state di balik Blok 
Cepu. sepak terjang AS tidak terlalu sulit dibaca. penentuan operator 
Blok Cepu tidak terlepas dari muatan politis, AS memiliki SPR (Strategic
 Petroleum Reserve), yakni semacam sumur minyak buatan berisi cadangan 
minyak mentah yang disimpan di bawah tanah, jumlahnya mencapai 1 miliar 
barel! Sumur minyak ini bisa dijadikan alat kekuasaan bilamana 
diperlukan, coba bayangkan bangsa yang dikaruniai dengan minyak yang 
melimpah, telah 60 tahun merdeka, dibekali dengan pandangan hidup yang 
dalam, dan luas oleh para pendiri bangsanya, elitnya diberi kesempatan 
menuntut ilmu di mana saja, telah mempunyai ribuan doktor dlm segala 
bidang, sekarang ini hanya 8 persen dari minyaknya dieksploitasi oleh 
bangsanya sendiri

setekah jab-jab keras, kini giliran pukulan 
upper cut langsung menohok 'muka' Jokowi.. tinggal Jokowi mampukan 
bertahan dan menjadi juara?

lanjut ke Sampang, sebenarnya 
pemicu konflik terhadap Syiah di Madura, apabila dikaji lebih kepada 
perbedaan faham, diantaranya, sistem ibadah yang berbeda, penerimaan 
nikah mut’ah (kontrak), dan adzan yang ditambah, pendidikan yang rendah 
menambah runyam, adzan mereka itu ditambahi dengan kalimat ‘hayya ala 
khoiril amal’ dan ‘ashanu an aliyyan waliyullah’. bagi non Syiah, tentu 
ini melenceng. para penyerang mengatakan akan menghabisi dan menyembelih
 warga Syiah jika tetap berada di sana seusai Ramadhan, ini yg gagal 
diantisipasi, konflik di Sampang terjadi di daerah yang tergolong 
terbelakang, masyarakat kurang terdidik hingga mudah diprovokasi.. ini 
salah pemerintah, mereka sebenarnya tidak memahami secara mendalam 
substansi persamaan dan perbedaan teologis antara Sunni dan Syiah dan 
sekedar ikut2an... pantaslah jika Presiden menyalahkan intelijen.. kalau
 menurut saya mestinya intelijen daerah yang disalahkan.. ini kan 
lingkupnya terbatas

kalau kita membahas intelijen, maka dalam 
sebuah negara, diketahui ada yang namanya intelijen taktis dan intelijen
 strategis, sekalian belajar. intelijen taktis lebih kepada penggunaan 
intelijen untuk kepentingan yang bersifat taktis, intelijen strategis: 
hasil pekerjaan intelijen yang sudah mengolah informasi hingga menjadi 
bahan siap untuk diberikan kepada "user." informasi intelijen merupakan 
bahan matang yang menjawab kebutuhan Siabidibame (Siapa, Apa, Bilamana, 
Dimana, Bagaimana dan Mengapa, intelijen strategis merupakan sebuah 
hasil pengolahan informasi menjadi intelijen strategis, akan 
dipergunakan untuk kepentingan strategis

untuk kasus2 seperti 
yang terjadi di Sampang, Mesuji, Tanjung Priok, dan Bima misalnya, 
intelijen daerah harus membuat sebuah analisa kasus, kemudian intel 
membuat perkiraan atau ramalan kemungkinan apa yang akan terjadi serta 
trend masalah akan kemana dimasa depan, dalam kasus Sampang, persoalan 
antara Sunni dan Syiah diketahui mempunyai latar belakang perbedaan 
penerapan syariat serta keyakinan, perbedaan pendapat dan cara beribadah
 jelas merupakan prinsip yang harus diwaspadai oleh aparat intel daerah 
terutama intelijen Polri, jadi jika ingin menyalahkan, salahkanlah 
intelkam polri dan pemda setempat yang lalai dalam mengantisipasi 
terulangnya kejadian 2011 lalu

yang dengar komentar Foke waktu 
ditanya wartawan tentang penembakan Solo pasti tertawa... ketauan 
aslinya... perlu diikuti dan diamati tuh sepak terjang cawagubnya 
Foke... meminjam istilah Panglima TNI, 'silent killer'... walau bkn 
killer beneran

Catatan terkait:
Bagian 1 ==> http://chirpstory.com/li/15010
Bagian 2 ==> http://chirpstory.com/li/15042
Bagian 3 ==> http://chirpstory.com/li/15192
Bagian 4 ==> http://chirpstory.com/li/15283
Bagian 5 ==> http://chirpstory.com/li/15711
Bagian 6 ==> http://chirpstory.com/li/16356
Bagian 7 ==> http://chirpstory.com/li/16558
Bagian 8 ==> http://chirpstory.com/li/17375
Bagian 9 ==> http://chirpstory.com/li/17865
Bagian 10 ==> http://chirpstory.com/li/18187
Bagian 11 ==> http://chirpstory.com/li/19124

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke