Ref: Kebakaran hutan meluas, tetapi SBY  katakan  di New York bebeberapa waktu 
lalu  : “Indonesia has succeeded in reducing deforestation”, 25 Sept. 2012
     (  
http://www.antaranews.com/en/news/84709/indonesia-has-succeeded-in-reducing-deforestation-president
 )  Waktu mengucapkan  sedang terjadi banyak kebakaran dan berkat asap kabut 
menutup beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan
   

http://www.suarapembaruan.com/nasional/kebakaran-hutan-meluas-sumsel-bikin-hujan-buatan/25552

Kebakaran Hutan Meluas, Sumsel Bikin Hujan Buatan
Senin, 8 Oktober 2012 | 7:16

 Kebakaran hutan. (Google) [PALEMBANG] Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 
(BPPT) melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan untuk lebih 
mempercepat turunnya hujan di wilayah Provinsi Sumatra Selatan.  
 
Cara ini dilakukan guna mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan titik panas 
(hotspot) di Sumsel yang terus meningkat. Selain itu ,ini juga untuk 
menghindari terjadinya kebakaran yang lebih luas di lahan gambut, terutama 
daerah terpencil.   

Kepala UPT Hujan Buatan BPPT F Heru Widodo mengatakan Minggu (7/10) di 
Palembang, hujan buatan dilakukan berdasarkan data-data yang dikumpulkan dari 
berbagai pihak, termasuk permintaan dari Pemprov Sumsel.  
 
“Kita akan melakukan penyemaian (hujan buatan) di beberapa daerah yang memiliki 
titik api dan sulit dijangkau, baik oleh tim darat maupun water bombing,” ujar 
dia dibincangi usai menghadiri pelepasan operasi udara TMC  
 
Operasi ini,kata Heru,akan berlangsung selama 15 hari dengan menggunakan satu 
unit pesawat jenis CASA 212- 200 milik TNI AD, dan dapat dilanjutkan atau 
diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan. Setiap harinya akan dilakukan 
penyemaian 800 kg hingga 1 ton garam di udara.   

“Anggaran yang dikucurkan untuk melakukan hujan buatan di Sumsel ini berjumlah 
Rp1,3 milliar. Di mana, setiap harinya menghabiskan dana sekitar Rp113-114 juta 
yang berasal dari BNPB,” kata dia.  
 
Disinggung kenapa baru sekarang melakukan hujan buatan,dia menuturkan,beberapa 
waktu lalu pihaknya tengah fokus melakukan hujan buatan di Provinsi Riau,Jambi 
dan Kalimantan Tengah.“Itulah sebabnya kita baru melakukan hujan buatan di sini 
(Sumsel),” tukasnya.  
 
Terkait surah hujan yang terjadi di Sumsel beberapa hari terakhir,dia 
mengaku,hujan tersebut terjadi akibat adanya badai di daerah Kalimantan yang 
terbawa ke daerah Indonesia bagian barat. Akibatnya, di beberapa wilayah, 
seperti Sumsel,Lampung,dan Jawa mengalami hujan.   

“Hujan yang ada saat ini hanya terjadi beberapa waktu saja,karena saat ini 
belum masuk musim penghujan.Oleh karena itu,hujan buatan ini tetap kita lakukan 
guna meminimalisir terjadinya kebakaran hutan yang lebih luas,”beber dia.  
 
Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, hujan buatan ini 
sangat penting dilakukan untuk mengatasi kebakaran dan kabut asap yang dirasa 
semakin mengganggu aktivitas masyarakat.“ Ini juga menjawab permintaan 
masyarakat yang menginginkan hujan (buatan),” kata dia.  
 
Adapun manfaat lain dari hujan buatan ini, lanjut Alex, bukan hanya mampu 
menanggulangi kebakaran hutan dan lahan semata, melainkan juga mampu 
menanggulangi kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau.  
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto 
menyampaikan, dua area lahan gambut yang saat ini sulit dipadamkan oleh tim 
penanggulangan darat,yakni di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten 
Banyuasin.  
 
“Persisnya di pinggiran pantai selatan OKI dan di Pulau Rimau Banyuasin. Dua 
kawasan itu,tim darat tidak dapat menjangkau lahan gambut yang terbakar. Selain 
sangat luas, letaknya juga berada di pelosok, oleh karena itu diperlukan hujan 
buatan,” ungkapnya. [133]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke