http://www.jurnalhaji.com/banyak-jamaah-tersesat-daker-madinah-masih-wajar/

Banyak Jamaah Tersesat, Daker Madinah: Masih Wajar
8 October 2012 | Kategori: Berita

REPUBLIKA.CO.ID,Laporan Wartawan Republika Endah Hapsari dari Madinah

MADINAH—Sekitar dua pekan para calon haji (calhaj) Indonesia berada di Madinah, 
ternyata jumlah jamaah yang tersesat jalan makin banyak. Bahkan, diperkirakan 
jumlahnya mencapai 800-an jamaah.

Meski begitu, pihak Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah menganggap wajar 
fenomena jamaah calhaj yang tersasar itu. “Ini karena mereka baru di sini, baru 
sekali bepergian jauh dan sebagian besar yang mengalami adalah jamaah lansia,” 
ujar Kepala Seksi Pengamanan dan Kasus Misi Haji Indonesia, Payumi Abdul Aziz.

Sebagian besar jamaah yang kesasar itu adalah jamaah lanjut usia yang tidak 
hafal tempat pondokan karena semua gedung atau hotel bentuknya sama semuanya. 
Mereka kebingungan pulang ke pondokan seusai shalat wajib di masjid. Salah satu 
penyebabnya adalah tidak hafal pintu masuk atau terpisah dengan rombongan.

Menurut Payumi, gedung-gedung tinggi dengan bentuk yang hampir mirip membuat 
jamaah kebingungan ketika akan kembali ke pondokan. Selain itu, sering kali 
jamaah terpisah dari rombongan atau keluar dari pintu yang lain seusai shalat.

“Rata-rata setiap hari ada lebih dari 50 orang jamaah tersesat. Kalau secara 
keseluruhan lebih dari 800-an jamaah,” katanya.

+++++

http://www.jurnalhaji.com/tersesat-jamaah-haji-lansia-ditipu-sopir-taksi/

Home / Berita / Tersesat, Jamaah Haji Lansia Ditipu Sopir Taksi 
Tersesat, Jamaah Haji Lansia Ditipu Sopir Taksi
8 October 2012 | Kategori: Berita

 
Sektor Khusus Masjidil Haram. Sektor ini menangani jamaah calon haji Indonesia 
yang tersesat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH —  oleh: Heri Ruslan/ Wartawan Republika Online

Seorang jamaah calon haji asal kloter 15 embarkasi Jawa Barat, Muhammad Ramlan 
Dinata (81 tahun) menjadi korban perampasan yang dilakukan sopir taksi.

“Jamaah tersebut tersesat setelah terpisah dari rombongannya saat melakukan 
ibadah thawaf,” ujar Wakil Ketua Sektor Khusus, Letkol Sunyoto kepada Republika 
Online, Sabtu (6/7).

Setelah terpisah dari rombongannya, korban kemudian keluar dari Masjidil Haram 
menuju arah jalan dan naik taksi. Menurut Sunyoto, jamaah tersebut sudah sepuh 
dan sulit berkomunikasi.

Saat hendak turun dari taksi, kata Sunyoto, sopir taksi merampas tas jamaah 
haji yang sudah sepuh tersebut. Akibatnya, jamaah calon haji itu harus 
kehilangan uang Rp 2,5 juta, KTP, buku kesehatan haji, dan kartu ATM.

Petugas yang menemukan jamaah calon haji itu segera mengantarkannya ke Sektor 
Khusus Masjidil Haram.  Korban kemudian dipulangkan ke pemondokannya di sektor 
5 pemondokan nomor 535.

”Karena umrahnya belum selesai, yang bersangkutan kembali diantar ke Masjidil 
Haram untuk menunaikan ibadah sai dan tahaalul,” papar Sunyoto.

Pihaknya berharap agar jamaah calon haji memperhatikan dan melindungi jamaah 
sepuh yang ada dalam rombongan atau regunya masing-masing.

”Kasihan kalo jamaah yang sudah sepuh terpisah dari rombongan,” ujarnya.

Saat tersesat, jamaah yang susah lansia ini kerap menjadi sasaran penipuan dan 
perampasan.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke