http://www.tempo.co/read/news/2012/10/01/136433051/Jemaah-Haji-Garut-Dipungut-Biaya-Pengamanan

Senin, 01 Oktober 2012 | 16:12 WIB
Jemaah Haji Garut Dipungut Biaya Pengamanan  
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Garut--Meski telah telah menyetorkan biaya penyelenggaraan ibadah 
haji, calon jemaah haji asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, diwajibkan membayar 
biaya pengamanan. Dana yang harus dikeluarkan setiap jemaah haji sebesar Rp 
250.000 per orang.

Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Garut yang siap berangkat pada musim 
haji tahun ini sebanyak 1.741 orang. "Dana itu di luar ongkos naik haji," ujar 
Kepala Kementerian Kantor Agama Kabupaten Garut Firdaus, Senin, 1 Oktober 2012.

Menurut dia, dana itu digunakan untuk membiayai kegiatan pengamanan calon 
jemaah haji dari Garut menuju embarkasi asrama haji Pondok Gede, Bekasi. Begitu 
juga untuk keperluan pengamanan kepulangan ke Garut usai pelaksanaan ibadah 
haji. Dana pengamanan itu di antaranya diberikan ke polisi, Dinas Perhubungan, 
TNI, dan satuan polisi pamong praja.

Kegiatan pengamanan itu di antaranya berupa penjagaan di lokasi pemberangkatan 
haji di Pendopo Garut, pengawalan bus jemaah haji dari Garut menuju Bekasi, dan 
pengawalan barang bawaan jemaah haji. "Semua biaya itu dari jemaah untuk 
jemaah, karena para jemaah sendiri yang mengkoordinasinya. Tapi tetap harus ada 
pelaporan ke kami," ujar Firdaus.

Dia mengaku, pengeluaran biaya keamanan dari dan oleh para calon jemaah haji 
untuk pemberangkatan dan pemulangan dari Garut ke embarkasi Asrama Haji itu 
sudah mendapatkan persetujuan dari bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Alasan adanya biaya tambahan bagi jemaah haji ini, tambah Firdaus, karena 
pemerintah daerah belum mampu menanggung semua kebutuhan biaya haji. Padahal 
seharusnya kebutuhan teknis ibadah ditanggung pemerintah daerah. 

Menurut dia, pemerintah daerah baru mampu membiayai pelaksanaan pelepasan, 
biaya sewa bus untuk pergi dan pulang dari Garut ke Bekasi, dan pemberian makan 
dalam perjalanan dari Garut ke Bekasi. "Tapi setidaknya tiap tahun ada 
perbaikan dari pemerintah, mudah-mudahan tahun besok pemerintah daerah bisa 
menanggung semuanya," ujarnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Dikdik Hendrajaya mengaku bahwa 
pihaknya menerima dana pengamanan untuk instansinya dari para jemaah haji. 
Menurut dia, dana itu hanya untuk insentif bagi personel yang bertugas di 
lapangan. Jumlahnya hanya sebesar Rp 30.000 per orang dengan jumlah personel 
yang diterjunkan sebanyak 15 orang.

"Uang itu langsung dari panitia, tapi hanya Rp 30 ribu setiap orang dalam satu 
kali pemberangkatan. Di kita ini kan ada empat kali pemberangkatan," ujarnya 
singkat saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Kepolisian Resort Garut Ajun Komisaris Besar 
Polisi Enjang Hasan Kurnia enggan untuk memberikan komentar terkait dana 
pengamanan haji. "Saya lagi di masjid, sms saja," ujarnya singkat tanpa 
memberikan penjelasan terkait dana pengamanan haji.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Garut Ajun Komisaris 
Polisi Jujun Junaedi mengaku mendapatkan dana pengamanan untuk jemaah haji. 
Dana itu di antaranya untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang mengawal bus 
jemaah haji dari Garut ke Bekasi. "Jumlahnya saya tidak tahu, harus tanya ke 
bagian operasi. Tapi kalau dulu, waktu saya di Cirebon, dapat Rp 600 ribu 
sekali berangkat mengawal," ujarnya.

SIGIT ZULMUNIR



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke