Ironi Tambang Apung & BBM Solar di Provinsi Kep. Bangka Belitung
By @Vindyartopurba

Ini Belum Termasuk Tambang Ilegal yang ada di Daratan, Dimana Jumlahnya Jauh 
Lebih Banyak. Tambang Inkonvensional Apung, Cara Penambangan Timah yg Unik di 
Provinsi Kep. Bangka Belitung

Berdasarkan data PT.Timah ada sekitar 6.320 TI Apung di Perairan Bangka, 
Menurut saya mungkin lebih

Mereka Beroperasi di Sungai dan Di Laut, penambangan seperti ini adalah 
penambangan ilegal

Sungai2 Besar (Kolong) Begitu TI Apung Ini Masuk akan menjadi Kering dan 
tinggal sedikit saja kolongnya dalam satu ponton ini paling sedikit ada 3 orang 
penambang atau paling banyak delapan orang

Jelas, penambangan seperti ini merusak lingkungan, dipastikan air menjadi tdk 
layak di gunakan,.

dari 21 DAS yg ada di Babel hanya tersisa 4 yg rusak sedang, 3 di Pulau 
belitung & 1 di Pulau Bangka
yang lain tak perlu ditanyakan lagi RUSAK PARAH,

Yg Ini Videonya yg agak lumayan untuk di lihat, disalah satu sungai di pulau 
bangka http://t.co/dB7LfrxD

dikarenakan jenis penambangan seperti ini masuk dalam kategori penambangan 
ilegal, perusahaan BUMN tdk berani menampung hasil produksi TI2 Apung tersebut 
walaupun penambangan itu dilakukan di IUP PT.Timah

bahkan juga di IUP Pemda, yg lebih parah lagi bahkan terjadi di kawasan wisata :

Salah satu pnyebabnya knapa di beberapa tempat air laut di babel umumnya keruh 
dan mengandung minyak solar

Tambang Jenis ini pulalah yg membuat antrian BBM di seluruh SPBU babel panjang 
sekali, Sehingga menciptakan jenis pekerjaan baru yaitu Pengerit solar, 
solarnya di beli oleh para penambang dg harga sedikit mahal, Maka Mobil2 yg sdh 
tak layak jalan, Pajak Mati, Surat tak pun penuh parkir di SPBU ikut mengantri

Jika satu TI Apung memerlukan minimal 20 Liter solar utk beroperasi maka 
kalikan jadi dg jumlah 6.320 TI Apung = 126.400 Liter, dimana harga perliter 
solar di penambang adalah 11.500, 11.500x126.400, hitung saja uang solar 
beredar di babel per hari, itu baru di jenis penambangan TI apung, bagaimana dg 
jenis penambangan ilegal lainnya di darat yg juga ribuan
   
bisnis bbm jenis solar di babel sungguh menggairahkan, jgn heran jika sering 
terdengar ada kapal kencing di perairan laut babel, nah sekrang kita hitung 
lagi jumlah produksi rata2 TI apung tersebut, rata2 TI apung tersebut rata2 
produksi paling kecil, yaitu 8 kg per TI apung, bersih sdh dicuci, sudah potong 
fee keamanan dsbnya :-), kalikan saja 8 kg x 6320 TI apung = 50.560kg,  
pertanyaannya kemana bijih timah ilegal sejumlah 50.560 Kg itu lari per hari, 
ingat belum termasuk penambangan ilegal di darat,  Milyaran lagi urang menguap 
yg seharusnya memberi sumbangsih pada daerah atau negara, itu baru dari solar 
dan bijih timah

bodohnya jika dari solar dan timah ilegal itu menguap 2 M per hari kalikan 30 
hari kalikan 1 tahun dan kalikan sejak 2009,  pasti rusak kalkulator standard 
pas menghitung jumlah uangnya, bagaimana dg tmbang ilegal yg didarat serta 
bagaimana pula dg mineral ikutan yg terkandung dalam timah tersebut, siapa yg 
ambil dan menjualnya, kok lolos audit,  tentu sebagai putra kelahiran babel, 
saya tdk rela jika kekayaan daerah saya yg seharusnya bermanfaat utk masyarakat 
babel secara keseluruhan malah hanya membuat kaya para cukong, sedang 
penambangnya bertaruh nyawa

saya sedih dg kondisi para tokoh, pejabat dan lainnya di babel yg diam membisu 
akan hal ini, rakyat babel berhak mdpat lebih, Perderaan uang dari hasil 
tambang ilegal ini lebih dari cukup utk membangun fasilitas publik yg nyaman, 
murah bahkan gratis,  dg kekayaan ini masyarakat babel tdklah layak lagi hidup 
dalam ekonomi dimana semua serba mahal, yg sdh tak masuk logika,  betul kata 
sahabat saja, kenapa kita yg punya harta kok malah kita yg terima royalti, 
sepetil pula royaltinya
 
demikian twit singkat, kembali membahas masalah pertambangan timah di provinsi 
kepulauan bangka belitung, smga bermanfaat

Kirim email ke