http://www.suara-islam.com/read5666--Isu-Kebebasan-Berekspresi-untuk-Menjatuhkan-Syariat-Islam-di-Aceh.html


      Isu Kebebasan Berekspresi untuk Menjatuhkan Syariat Islam di Aceh
      Shodiq Ramadhan | Selasa, 16 Oktober 2012 | 18:42:35 WIB | 


      Banda Aceh (SI ONLINE) - Begitu mudahnya budaya asing masuk ke Indonesia 
tanpa adanya filter kebijakan yang kuat. Isu kebebasan berekspresi seakan 
menjadi simbol kebebasan untuk menjatuhkan Islam. Malah ada penggiringan opini 
yang menuduh syariat Islam merupakan musuh bagi penegakan hak asasi manusia 
(HAM).

      Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutan 
tertulis yang dibacakan Plt Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Muhammad Nas MSi, 
pada acara Duek Pakat Temu Alumni dan HUT Ke-44 Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, 
yang berlangsung di Asrama Haji, Banda Aceh, Jumat (12/10/2012) lalu.

      Duek Pakat Alumni Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry merupakan kegiatan 
tahunan, yang kali ini digelar untuk membentuk kepengurusan alumni Fakultas 
Dakwah. Turut hadir Pembantu Rektor IV IAIN Ar-Raniry Prof Dr Syahrizal, Ketua 
Harian Koniry T Sulaiman, PD I Fakultas Dakwah Jauhari Hasan, dan puluhan 
alumni, termasuk M Nasir Jamil, alumni Fakultas Dakwah yang kini menjadi 
Anggota DPR RI.

      “Mereka hanya akan puas kalau konsep HAM di negeri ini sama dengan konsep 
HAM yang diterapkan di negeri mereka. Kalau di negeri mereka bebas memakai 
pakaian minim, bebas menghina agama orang lain, atau bebas berzina, maka mereka 
menginginkan hal seperti itu juga terjadi di negari kita,” kata Gubernur Zaini 
Abdullah, seperti dikutip Serambi Indonesia.

      Menurut Gubernur, upaya-upaya pembusukan seperti itulah salah satu yang 
harus dihadapi oleh para sarjana Dakwah dalam memberi pencerahan kepada 
masyarakat agar memahami makna kebebasan yang sebenarnya menurut Islam. 

      “Kebebasan menurut Islam adalah kebebasan universal yang seharusnya 
menjadi panutan seluruh umat manusia. Kita juga percaya, agama Islam adalah 
agama yang membawa kebaikan, jauh dari kekerasan dan menghormati HAM yang 
beretika,” katanya.

      red: shodiq ramadhan




     a.. 
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke