Ref: Kalau tuduhan benar, mungkin tangan mereka bisa dibuntungkan.

http://www.jurnalhaji.com/amirul-haj-malu-ada-jamaah-ditangkap-polisi/


Amirul Haj Malu, Ada Jamaah Ditangkap Polisi
19 October 2012 | Kategori: Berita

MAKKAH –-  Amirul Haj Indonesia, Suryadharma Ali, mengaku sangat kaget saat 
mendengar kabar ada dua jamaah calon haji Indonesia asal kloter 16 embarkasi 
Surabaya yang ditangkap polisi Makkah. Jamaah berinisial MNI dan MLA itu 
ditahan, karena diduga mencopet di areal Masjidil Haram, Senin (15/10) pukul 
22.30 waktu Arab Saudi.

‘’Ini juga memalukan. Kita berharap mereka tak melakukan seperti hal yang 
dituduhkan,’’ ungkap  Suryadharma yang juga menteri agama usai menggelar rapat 
koordinasi di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Kamis (18/10) 
siang.

Menurut Suryadharma, pihaknya berharap agar kasus tersebut bisa diselesaikan di 
Tanah Air. ‘’Kita akan membahas upaya-upaya yang akan dilakukan,’’ tutur dia. 
Diakuinya, kasus hukum seperti itu sangat pelik.

Menanggapi seputar kemungkinan kedua jamaah haji itu akan di-qisas jika 
terbukti mencuri, Suryadharma menegaskan tak semua kasus pencurian di Arab 
Saudi diselesaikan dengan hukuman potong tangan. Hal itu, kata dia, tergantung 
berapa uang yang dicuri dan untuk apa.

‘’Kalau mencuri karena terdesak, karena kebutuhan tentu tak akan dipotong 
tangan. Kecuali memang mencuri, karena kebiasaan,’’ papar Suryadharma. Pihaknya 
berharap agar dugaan mencopet yang dituduhkan kepada dua jamaah haji Indonesia 
itu tak terbukti.

Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah telah melayangkan surat permohonan 
keringanan kepada Kepolisian Masjidil Haram. ”Kami telah meminta agar kedua 
jamaah itu diberi kesempatan untuk menyelesaikan seluruh prosesi ibadah Haji,” 
ujar Kepala Seksi Pengamanan Daker Makkah, Jaetul Muchlis. Permintaan itu telah 
disanggupi oleh kepolisian Masjidil Haram.

Selain itu, Misi Haji Indonesia meminta agar kasus ini diselesaikan di 
Indonesia.  Namun, kata Jaetul Muchlis, permintaan itu ditolak. Misi Haji 
Indonesia akan berupaya keras agar kedua jamaah tersebut bisa pulang ke Tanah 
Air, sesuai dengan jadwal kepulangan yang telah ditetapkan.

”Kami akan mengikuti proses hukum yang berlaku di Arab Saudi,” papar Jaetul 
Muchlis. Ia berharap agar dalam proses pembuktian nanti, kedua jamaah haji itu 
tak terbukti mencopet. ”Nanti dalam proses pembuktian akan dilihat rekaman 
CCTV, karena di sekitar Masjidil Haram itu tersebar kamera pengintai di 
mana-mana.”

Berdasarkan informasi yang diterima ROL dari petugas sektor XI, MNI yang 
ditangkap polisi Masjidil Haram adalah seorang pengusaha gergaji senso. ‘’Nggak 
ada track record orang tersebut pernah melakukan pencurian,’’ ujar seorang 
petugas. Saat ditemui pimpinan Sektor XI, MNI mengaku merasa difitnah.

Ini bukan haji pertama bagi MNI dan istrinya MLA. ‘’Mereka sudah dua kali 
berhaji dengan tahun ini. Bahkan tiga tahun mendatang mereka akan naik haji 
lagi bersama anak-anaknya melalui ONH Plus,’’ kata petugas itu.  ‘’Nggak masuk 
akal kalau keduanya mencopet.’’

taufik rachman/heri ruslan


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke