http://www.antaranews.com/berita/339680/tni-harus-miliki-doktrin-militer-kuat

TNI harus miliki doktrin militer kuat
Sabtu, 20 Oktober 2012 19:54 WIB | 1746 Views

 
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (FOTO ANTARA)

  Tanpa doktrin militer yang kuat, dapat dipastikan sulit untuk memenangkan 
perang modern 

 
Surabaya (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan 
bahwa dalam era perang modern yang multikompleks saat ini, Tentara Nasional 
Indonesia (TNI) harus memiliki doktrin militer yang kuat untuk memenangkan 
peperangan.

Saat memberikan amanat pada pembukaan Latihan Gabungan TNI di Dermaga 
Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jawa Timur Sabtu, Agus Suhartono mengatakan, 
seiring perkembangan zaman, telah terjadi perubahan bentuk perang pada abad 
XXI, dari gerilya menjadi perang modern.

"Tanpa doktrin militer yang kuat, dapat dipastikan sulit untuk memenangkan 
perang modern. Bahkan perang gerilya sekalipun tidak akan dapat mencapai 
kemenangan," katanya.

Upacara pembukaan Latgab TNI dihadiri tiga kepala staf angkatan, masing-masing 
KSAL Laksamana TNI Soeparno, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan KSAU 
Marsekal TNI Imam Sufaat, serta para Pangkotama dan petinggi TNI.

Laksamana Agus Suhartono menambahkan, dalam konteks doktrin operasi militer 
modern terdapat sejumlah unsur penting, yakni strategi militer, markas komando, 
pusat komando dan kendali aset, serta unit militer sebagai aset operasional dan 
tempur.

"Latihan Gabungan TNI kali ini memiliki tiga dimensi penting, yakni dimensi 
taktis, strategi dan politis dalam konteks pertahanan dan keamanan negara," 
tambah Panglima TNI.

Dalam dimensi taktis dan strategis, latihan gabung diarahkan untuk meningkatkan 
kemampuan perorangan dan satuan serta mengaplikasikan doktrin dan protap 
operasi gabungan sesuai perkembangan operasi militer modern.

"Dari dimensi politis, latihan ini merupakan kontinuitas dalam penyelenggaraan 
keamanan negara terhadap berbagai gangguan yang kemungkinan merongrong 
kedaulatan NKRI. Latihan seperti ini digelar setiap tahun dengan tingkatan 
berbeda," ujarnya.

Latgab TNI tingkat brigade yang melibatkan sebanyak 11.693 personel dari tiga 
angkatan itu, berlangsung pada 20 Oktober hingga 30 November 2012 di Surabaya, 
Perairan Laut Sulawesi dan Sangatta, Kalimantan Timur.

Latihan dimulai dengan gladi posko di Komando Latihan Armada Timur pada 20-25 
Oktober 2012 dan diikuti 931 personel, terdiri dari 240 personel penyelenggara 
dan 691 personel pelaku.

Setelah latihan posko, dilanjutkan latihan lapangan di Perairan Laut Sulawesi 
dan pendaratan amfibi di Pantai Sangatta, Kaltim, pada 25 Oktober hingga 30 
November 2012.

Selain 11.693 personel, pada latihan perang ini juga dikerahkan berbagai 
peralatan tempur, antara lain enam unit Tank Scorpio, dua Stormer APC, 35 kapal 
perang, empat pesawat tempur SU-27/30 dan enam pesawat Hawk SPO, serta delapan 
pesawat angkut.

(D010/C004) 
Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke