http://news.detik.com/read/2012/10/21/154109/2068354/10/yang-tak-nyaman-dengan-orang-beda-identitas-mayoritas-berpendidikan-rendah?9922022

Minggu, 21/10/2012 15:41 WIB 
Yang Tak Nyaman dengan Orang Beda Identitas Mayoritas Berpendidikan Rendah 
Mega Putra Ratya - detikNews

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda   Jakarta 
Sebanyak 15-80 persen publik Indonesia merasa tidak nyaman jika hidup 
berdampingan atau bertetangga dengan orang yang berbeda identitas. Siapakah 
mereka yang merasa kurang nyaman dengan keberagaman itu?

"Dalam survei ini, mereka yang bersikap intoleran dan punya kecenderungan 
anarkis, mayoritas berasal dari publik yang berpendidikan dan berpenghasilan 
rendah," ujar Ardian Sopa dari LSI Community.

Hal itu disampaikan dalam jumpa pers dengan tema 'Meningkatnya Populasi yang 
Tidak Nyaman dengan Keberagaman' di kantor LSI, Jl Pemuda No 70, Jakarta Timur, 
Minggu (21/10/2012).

Survei dilakukan oleh Yayasan Denny JA dan LSI Community. Survei digelar di 
semua provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode sistem pengacakan 
bertingkat (mulistage random sampling). Jumlah responden sebanyak 1.200 dan 
margin error sebesar� 2,9 persen. Survei dilakukan pada 1-8 Oktober 2012.

Ardian menyebut dalam survei ini mereka yang berpendidikan rendah (SMA ke 
bawah), sebesar 67,8 persen yang merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang 
berbeda agama. 61,2 persen dengan orang Syiah, 63,1 persen dengan Ahmadiyah dan 
65,1 persen dengan orang homoseksual.

"Sedangkan mereka yang berpendidikan tinggi (SMA ke atas), sebesar 32,2 persen 
merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang beda agama, sebesar 38,8 persen 
dengan orang Syiah, sebesar 36,9 persen dengan orang Ahmadiyah, dan sebesar 
34,9 persen dengan orang homoseks," tuturnya.

Sementara itu mereka yang berpenghasilan rendah (di bawah Rp 2 juta), sebesar 
57,8 persen yang merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang Syiah, 61,2 
persen dengan orang Ahmadiyah, 59,1 persen dengan orang homoseks. Sedangkan 
mereka yang berpenghasilan tinggi (di atas Rp 2 juta), sebesar 42,2 persen yang 
merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang Syiah, 38,8 persen dengan orang 
Ahmadiyah, dan 40,9 persen dengan orang homoseks.

"Bahwa semakin meningkat sikap intoleransi terhadap keberadaan orang lain yang 
berbeda identitas sosialnya. Survei ini juga menunjukkan bahwa toleransi publik 
terhadap penggunaan kekerasan juga meningkat," ungkap Ardian.

(mpr/nrl) 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke