http://www.tempo.co/read/news/2012/08/01/078420728/Partai-Islam-Tak-Laku-di-2014



Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (22/04). TEMPO/Yosep Arkian


Rabu, 01 Agustus 2012 | 15:35 WIB
Partai Islam Tak Laku di 2014?  
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Islam dinilai tak akan punya prospek menjanjikan 
dalam Pemilihan Presiden 2014 mendatang. "Saya berpendapat partai Islam tidak 
akan lebih dari 3 persen," kata pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray 
Rangkuti, dalam diskusi Koalisi Islam Jelang Pilpres 2014 di Galeri Cafe, Taman 
Ismail Marzuki, Selasa, 31 Juli 2012.

Menurut Ray, menurunnya suara partai Islam sudah mulai terlihat sejak sekarang. 
Kata dia, saat ini tidak ada partai Islam yang muncul dalam memberikan opini di 
publik. "Partai Islam lebih banyak muncul sebagai bayang-bayang partai besar," 
ujarnya.

Dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan, partai Islam juga terkesan 
lambat dan kurang responsif. Akibatnya, masyarakat tidak melihat partai Islam 
sebagai solusi. 

Menurut Ray, jika ingin menegakkan kembali kejayaan partai Islam, partai-partai 
yang berbasis Islam harus lebih berani keluar dari koalisi kebangsaan. "Kalau 
memang serius membesarkan partai Islam, jauh lebih baik bila mereka keluar dari 
koalisi kebangsaan," kata Ray.

Berbeda dengan Ray, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan Reni Marlinawati 
justru yakin partai Islam tetap eksis. Menurut dia, sebagai partai Islam, PPP 
masih punya basis dukungan yang kuat di daerah-daerah. Dengan begitu pada 
pemilu dan pilpres mendatang, partai Islam tetap akan diperhitungkan. 

Mereka sedang membangun kembali basis suara  PPP yang dulu sempat terpecah. 
Misalnya dengan Partai Bulan Bintang dan PKNU. "Kami juga berupaya 
mensinergikan gerakan partai dengan partai islam lainnya," kata Reni.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Tjatur Sapto Edi, optimistis partai 
Islam akan semakin mendapat tempat. Berdasarkan pengalaman sejak reformasi, 
jika partai Islam bersatu, maka tidak sulit untuk meraih posisi puncak 
pemerintahan. "Syaratnya kompak dan satu tujuan," kata Tjatur.

IRA GUSLINA SUFA



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke