http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-nasional/34-berita-nasional/27721-180-titik-rawan-konflik-sosial.html
180 Titik Rawan Konflik Sosial

Tuesday, 23 October 2012 12:4

JAKARTA-Sebanyak 180 titik di seluruh Indonesia rawan terjadi konflik sosial. 
Permasalahan yang terjadi tidak hanya menyangkut masalah SARA (Suku Agama Ras 
dan Antar golongan) saja, tetapi juga soal tawuran, pengeroyokan, dan konflik 
pilkada. Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri mengatakan, pemerintah 
terus berusaha mengurangi titik-titik rawan konflik tersebut, salah satunya 
melalui program keserasian sosial.

“Keserasian sosial kita lakukan di daerah yang sering konflik. Dari program itu 
muncul pelopor perdamaian, ada sekitar 400-an orang. Tugasnya bagaimana kalau 
terjadi konflik, bahkan sebelum terjadi konflik mereka sudah menyatukan 
masyarakat,” ujarnya usia membuka Kemah Kebangsaan di Gedung Konvensi Taman 
Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta kemarin (22/10).

Ia melanjutkan, langkah yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) tidak 
cukup menyelesaikan masalah. Makanya, perlu dimunculkan tokoh masyarakat, 
kearifan lokal, pemuka masyarakat, dan tokoh agama. Dirjen Pemberdayaan Sosial 
dan Penanggulangan Kemiskinan Hartono Laras mengatakan, bentuk kegiatan Kemah 
Kebangsaan berupa kenal lingkungan, bakti sosial, dan belajar sejarah bangsa.

Mereka dipandu para ahli yang mengenal dengan baik sejarah bangsa. Kemensos 
memandang kegiatan ini perlu sebagai national character building agar WNI punya 
jati diri bangsa. (cdl)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke