Ref: Pinter juga Suryadharma menangkis kritik dibawanya sanak-keluarga, dia mengancam, jadi dengan lain kata dia sambil melakukan ibadah surgawi juga tak dilupakannya tugas duniawi.
http://infohaji.antaranews.com/berita/1351554431/suryadharma-16-pihk-terancam-dicabut-izinnya Suryadharma: 16 PIHK terancam dicabut izinnya Selasa, 30 Oktober 2012 06:47 WIB | Kementerian Agama RI. (FOTO.ANTARA News/ferly) Makkah (ANTARA News) - Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan kecewa dan mengancam mencabut izin 16 penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) yang menelantarkan ribuan jamaah. Suryadharma ketika menyampaikan evaluasi sementara pelaksanaan pelayanan haji 1433 H di Makkah, Selasa, mengatakan sangat kecewa dengan tindakan PIHK yang menelantarkan ribuan calon jamaah haji sehingga tidak bisa berangkat ke tanah suci. "Terdapat 16 PIHK yang melakukan pelanggaran serius. Calon jamaah sudah membayar tetapi PIHK tidak menyetorkan dana jamaah tersebut ke Kemenag sehingga calon jamaah tidak mendapat nomor porsi," kata Suryadharma. Instansinya juga menemukan praktik, PIHK menjanjikan bisa memberangkatkan tahun ini tetapi tidak bisa memberangkatkan jamaahnya. "Akan ada tindakan tegas hingga pencabutan izin dan meminta polisi memroses PIHK yang tak bertanggung jawab itu," kata Menteri. Instansinya juga menemukan praktik pemalsuan paspor dengan memalsukan foto paspor milik jamaah yang berangkat tahun ini dengan foto calon jamaah lain. "Tahun lalu Sistem Komputer Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag dikecam karena tidak efektif, kini sistem kita di Mojokerto mampu membongkar praktik penipuan pemalsuan foto paspor tersebut," kata Suryadharma. Karena itu, dia kembali mengimbau masyarakat calon jamaah jika ingin berhaji hendaknya melalui sistem yang sudah dibangun Kemenag. "Mendaftarlah ke Kemenag, baik melalui haji reguler maupun haji khusus. Pendafatar dinyatakan sah jika sudah mendapat nomer porsi," kata Menteri. Dia juga mengingatkan masyarakat bahwa bohong jika ada yang menjanjikan bisa memberangkatkan tahun ini. Jika, mendaftar tahun ini harus antri baik melalui haji reguler maupun haji khusus. (E007*J003/M019) ++++++ http://infohaji.antaranews.com/berita/1351195795/sekjen-tentang-penipuan-akan-kami-tindak-tegas Sekjen tentang penipuan: akan kami tindak tegas Jumat, 26 Oktober 2012 03:09 WIB | Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat (FOTO ANTARA) Arafah (ANTARA News) - "Apabila ada oknum dari Kementerian Agama RI yang benar-benar terlibat dalam penipuan calon jamaah, akan kami tindak tegas sesuai ketentuan undang-undang kepegawaian yang berlaku," kata Sekjen Kemenag RI Bahrul Hayat di Arafah, Jumat. Bahrul juga meminta aparat kepolisian memproses secara hukum pihak-pihak yang terlibat dalam tindak penipuan calon jamaah haji. Bahrul menyatakan hal itu merespon sejumlah media yang menyebut penipuan calon jamaah haji melibatkan oknum pegawai Kementerian Agama RI. Sebelumnya Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Anggito Abimanyu menyatakan 15 penyelenggara ibadah haji khusus (dahulu ONH Plus) terindikasi melakukan penipuan terhadap jamaah sehingga mereka tidak bisa berangkat. Anggito di Makkah, Senin (22/10) mengatakan saat ini dia sudah mendapatkan laporan terkait dengan sejumlah jamaah yang tidak bisa berangkat meskipun sudah membayar sejumlah uang kepada travel. Dia membaginya dalam dua kasus, perusahaan travel liar yang tidak memiliki ijin dari Kemenag RI dan perusahaan travel resmi yang berijin. Untuk perusahaan tak berijin, dia mengatakan tidak bisa berbuat banyak karena memang mereka tidak memiliki ijin dari Kemenag. Anggito mengimbau kepada jamaah yang merasa tertipu untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib. Sementara pada 15 PIHK yang memiliki ijin tersebut, Anggito menyatakan akan menyelidikinya karena saat ini dia baru menerima informasi dari satu sisi. Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menduga ada keterlibatan oknum pegawai Kementerian Agama dalam kasus penipuan terhadap calon jamaah haji yang belakangan banyak terungkap. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, seperti dikutip dari situs bisnis.com, mengatakan dugaan keterlibatan oknum pegawai Kemenag terjadi melalui modus konspirasi dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang tidak terdaftar. Mereka menjanjikan adanya kuota tambahan jamaah haji, meski kondisi sebenarnya tidak tersedia. Said meminta ada sanki tegas terhadap oknum pegawai Kemenang yang diduga terlibat untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa di waktu mendatang. "Yang terlibat pegawai bawahan, bukan yang di atas, yang kongkalikong dengan penyelenggara ibadah haji. Jadi penyelenggara ibadah haji ini diiming-imingi, seolah-olah ada kuota tambahan, meski sebenarnya sudah tidak ada," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/10/2012). (E007/Z002) [Non-text portions of this message have been removed]
