Ref:  Gandum digiling menjadi, hasilnya disebut “terigu”,  tetapi kalau  
endapan kering dari singkong yang diparut dan ditapis namanya “tapioka”. 
Bukankah begitu?  Jadi kalau dibilang terigu dari singkong itu terigu palsu. 
Kalau capnya Jenderal,  jadi jenderal palsu yang dipakai sebagai cap.  hehehe

http://finance.detik.com/read/2012/10/18/115443/2065880/480/mahasiswa-unsoed-sukses-ciptakan-terigu-cap-jenderal-dari-singkong?fsubbs480

Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong
Arbi Anugrah - detikfinance 
Kamis, 18/10/2012 11:54 WIB
 
Jakarta - Kondisi tanah dan iklim Indonesia yang cocok untuk tanaman 
umbi-umbian membuat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) 
Purwokerto, Jawa Tengah berinovasi dan berhasil menciptakan tepung yang terbuat 
dari bahan dasar Singkong.

Mereka berhasil menjadi pemenang Technopreunership Pemuda 2012 tingkat nasional 
di Intitut Teknologi Bandung (ITB) dari Kementerian Riset dan Teknologi 
(Kemenristek).

Tim Mahasiswa Unsoed diketuai oleh Slamet Sulistiadi dan beranggotakan Deny 
Muldiyanto dan Maslikan tersebut berhasil menciptakan terigu dari singkong yang 
diberi nama Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) Cap Sang Jenderal. Dengan 
begitu tepung ini menjadi harapan baru bahan pangan di Indonesia untuk bersaing 
dengan fungsi Gandum.

Menurut Ketua Tim Slamet Sulistiadi, Tepung Mocaf merupakan inovasi produk 
turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong 
secara fermentasi. Slamet dan timnya mengembangkan Mocaf menjadi tidak berbau 
dan tidak berasa singkong asli.

"Dengan teknologi kearifan lokal sederhana, kami menjadikan Mocaf tidak berbau 
dan tidak berasa singkong serta warnanya putih seperti tepung terigu," kata 
Slamet kepada detikFinance Kamis (18/10/2012).

Ia menjelaskan Tepung Mocaf memiliki kelebihan lainnya yaitu dalam pembuatannya 
memanfaatkan limbah dari pasar sebagai media kultur bakteri asam laktat. Dengan 
limbah tersebut, bakteri asam laktat diperbanyak dan dihidrolisis selolusanya 
lebih maksimal sehingga hasil tepung Mocafnya bagus.

"Teknologi kearifan lokal yang kami gunakan adalah dengan menggunakan tempayan 
(keramik tanah) dimana penggunaan tempayan ini akan menghasilkan bakteri asam 
laktat, antibakteri, antikanker, dan antioksidan yang lebih banyak dalam tepung 
mocaf dibanding dengan menggunakan wadah lainnya," jelasnya.

Ia mengungkapkan, dalam proses pembuatannya juga tidak menghasilkan limbah yang 
berbahaya, justru limbah padat dari pembuatan Mocaf bisa digunakan untuk pakan 
ternak dan limbah cairnya dapat dimanfaatkan untuk biogas.

"Limbah padat sisa pembuatan tepung bisa digunakan untuk pakan ternak dan 
limbah cairnya dapat digunakan sebagai biogas," ungkapnya.

Mocaf hasil inovasi para mahasiswa Unsoed ini memiliki potensi paten dan dapat 
digunakan untuk berbagai produk kue basah, kue kering, dan bahkan aman untuk 
penderita autis, dimana penderita autis dilarang mengkonsumsi makanan yang 
mengandung glutein seperti tepung terigu.

"Tepung ini bisa menjadi solusi dan menjadi harapan baru untuk menggantikan 
dominasi gandum yang bukan tumbuhan asli Indonesia," tutupnya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke