Ref: Bagaimana penduduk bisa mendapat air bersih, kalau sungai yang kotor 
adalah satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari?

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/03/22534434/Sampah.Sungai.Jakarta.Akan.Diurai.dengan.Bakteri


Sampah Sungai Jakarta Akan Diurai dengan Bakteri


Penulis : Lariza Oky Adisty | Sabtu, 3 November 2012 | 22:53 WIB 
 KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON Sejumlah warga melakukan aktivitas mencuci dan 
memandikan anak dengan menggunakan air kotor di bantaran Kali Ciliwung, 
Jatinegara, Jakarta, Selasa (22/3/2011). 
TERKAIT:
  a.. Pipa Diperbaiki, 20 Mobil Tangki Masih Suplai Air 
  b.. Pipa PAM Bocor, Diperkirakan Rampung Malam Ini 
  c.. Menkes : Jangan Bicara Persen, Ini Manusia! 
  d.. PDAM DKI Jamin Pasokan Air Baku Aman 
  e.. Produksi Air Turun hingga 50 Persen
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggunakan 
teknologi pengurai sampah dengan bakteri sebagai langkah untuk mempercepat 
pembersihan sungai-sungai di Jakarta agar dapat dijadikan sebagai alternatif 
air baku untuk air minum.

Teknologi sendiri ditawarkan oleh sebuah perusahaan China, yang telah 
menerapkannya sejak tahun 2008. Bakteri tersebut memiliki kemampuan 
menghancurkan sampah-sampah padat dan menjadikan air sungai bening. Perusahaan 
ini pun sudah melakukan pemaparan di Sekretariat Negara untuk mempromosikan 
teknologi tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan dia akan 
mengundang perusahan tersebut. "Saya sengaja mengundang mereka. Teknologi 
bakteri ini akan membuat air sungai yang keruh menjadi bening karena mampu 
menghilangkan tanah, lumpur, minyak dan oli dalam kali, sehingga air sungai 
jadi bening. Di China juga ada seperti itu," kata Basuki, usai menerima 
perwakilan perusahaan dari China tersebut di Balaikota DKI, Jakarta, Sabtu 
(3/11/12).

Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, sampah dalam sungai atau kali akan 
diurai oleh mikro bakteri pemakan sampah. Masyarakat pun tidak perlu khawatir, 
karena bakteri ini juga aman untuk masyarakat.

"Kita ingin lakukan sesuatu buat rakyat DKI. Bayangkan di depan Istana saja 
sungainya kotor begitu. Jadi sebagai uji coba, kita bersihkan pakai teknologi 
ini," Basuki memaparkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengatakan 
bakteri yang dikembangkan bisa memakan sedimen sampah yang menumpuk di dasar 
kali.

Sebagai tahap awal, uji coba penguraian sampah di anak Kali Ciliwung depan 
Istana Negara akan dilakukan sepanjang satu kilometer. Proses penguraian sampah 
ini sendiri memakan waktu selama tiga bulan hingga anak sungai tersebut menjadi 
bening.

"Bakteri tersebut akan disuntikkan ke dalam sungai. Lalu bakteri itu akan 
memakan sedimen yang ada di dasar sungai karena dapat memakan sampah organik 
maupun non organik. Selain airnya jadi bening, baunya juga hilang," jelas Eko 
yang mendampingi Basuki. Jika uji coba tersebut sukses, pemakaian bakteri ini 
dapat diteruskan di sungai-sungai kecil lain di Jakarta.

Eko menerangkan, belum ada pembicaraan mengenai harga teknologi tersebut karena 
harga harga ditentukan menurut jenis dan karakter dari sampah atau sedimen 
sungai di Jakarta. Oleh sebab itu selama uji coba yang berlangsung selama tiga 
bulan tersebut, perusahaan tersebut akan meneliti jenis dan karakter sampah 
yang dimiliki DKI Jakarta.

Nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemprov DKI 
dengan perusahaan dari China tersebut pun baru dibuat setelah penelitian 
tersebut selesai. MoU ini yang kemudian akan menjadi awal kelanjutan kerja.

Sayangnya, lanjut Eko, perusahaan China tersebut masih belum mau membeberkan 
nama bakteri yang digunakan. "Nama perusahaannya juga diminta untuk 
dirahasiakan. Tapi yang pasti kami belum bicara harga karena mereka akan 
menghitung dulu. Karena tiap negara kondisinya lain-lain," jelas Eko.

Eko menambahkan, teknologi bakteri ini akan membuka peluang air sungai di DKI 
Jakarta untuk dijadikan sebagai sumber tambahan untuk kebutuhan air bersih di 
Ibukota.

Hal senada diungkapkan oleh Sem Johari selaku perwakilan perusahaan dari China 
tersebut. Ia menerangkan pihaknya menawarkan cara membersihkan sungai-sungai di 
DKI Jakarta dengan menggunakan sistem bactery treatment.

"Sekarang baru diperkenalkan kepada Wagub DKI. Bila disetujui, baru dibuatkan 
MoU. Kita masih bicarakan dan presentasi saja. Kami lihat beliau menanggapi 
dengan antusias. Mudah-mudahan setelah ini bisa diundang kembali," katanya 
singkat. 

Editor :
Kistyarini


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke