http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-indopos/66-indopos/28028-jumlah-jam-belajar-tambah-bos-tetap.html

Jumlah Jam Belajar Tambah, BOS Tetap

Saturday, 17 November 2012 08:02 





JAKARTA- Pada kurikulum 2013 nanti sudah dipastikan jam belajar akan ditambah 
untuk semua jenjang. Dengan penambahan jam belajar itu, biaya operasional di 
setiap sekolah bakal naik. Namun pemerintah belum merencakan menaikkan unit 
cost dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Kepastian penambahan jam belajar tidak akan mempengaruhi unit cost dana BOS ini 
disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang 
Pendidikan Musliar Kasim. "Penambahannya kan tidak signifikan, jadi belum 
sampai mempengarui biaya operasional secara signifikan juga," ujarnya kemarin 
(16/11).

Musliar mencontohkan, untuk kelas I, IV, V, dan VI SD lama jam belajar 
bertambah empat jam pelajaran per pekan (1 jam pelajaran setara 35 menit). 
Sedangkan untuk jenjang SMP jam  belajar naik 6 jam pelajaran per pekan (1 jam 
pelajaran setara 40 menit). Sementara untuk tingkat SMA masih digodok.

"Dari data tadi, penambahannya kan tidak lama," tegas mantan rektor Universitas 
Andalas (Unand), Padang itu. Dengan catatan itu, Musliar berharap pihak sekolah 
tidak mempersoalkan potensi kenaikan biaya operasional sekolah yang tidak 
diikuti kenaikan unit cost dana BOS.

Musliar menegaskan unit cost dana BOS 2013 sudah ditetapkan dan tidak dirubah. 
Unit cost dana BOS jenjang SD ditetapkan sebesar Rp 580 ribu per siswa per 
tahun. Sedangkan untuk jenjang SMP dipatok senilai Rp 710 ribu per siswa per 
tahun.

Musliar mengatakan seluruh pengelola sekolah harus memahami bahwa penambahan 
jam pelajaran ini cukup penting. Di antaranya adalah peningkatan kualitas 
pendidikan tidak bisa dilepaskan dengan lamanya siswa belajar di sekolah. 
Alasan berikutnya adalah, pada kurikulum 2013 nanti terjadi perbuahan konsep 
pembelajaran.

"Jam belajarnya diperpanjang karena proses pembelajaran berubah dari siswa 
diberi tahu ke siswa mencari tahu," tutur Musliar. Penambahan jam belajar ini 
juga sudah melalui pembahasan dengan pakar psikologi pendidikan. Dengan 
demikian, tudingan jika penambahan jam belajar ini akan membuat siswa menjadi 
stres sudah tidak relevan.

Menurutnya jika guru mampu menerapkan kurikulum 2013 dengan tepat, pembelajaran 
akan terasa menyenangkan walau jamnya ditambah. Saking menyenangkannya, Musliar 
menjamin nanti bakal ada siswa yang betah berlama-lama di sekolah. "Bisa jadi 
ada anak SD yang menangis kalau diajak pulang pulang," pungkas dia.

Selain dua alasan tadi, penambahan jam belajar ini diputuskan karena pemerintah 
mengikuti kecenderungan negara-negara lain. "Negara-negara lain juga menambah 
jam pelajaran akhir-akhir ini. Seperti di AS dan Korea Selatan," papar Musliar.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, lama jam belajar di Indonesia 
sangat singkat (lihat grafis). Organisasi kerjasama ekonomi dan pembangunan 
(OECD) melansir ranking lama jam belajar di sekolah untuk anak umur 7-14 tahun 
(SD-SMP). Dari 35 negara yang di-ranking, Indonesia menempati posisi 27 dengan 
lama jam belajar 6.000 jam/tahun. Dengan penambahan jam tadi, Musliar berharap 
posisi Indonesia bisa terkerek. (wan)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke