http://www.mediaindonesia.com/read/2012/12/02/367013/265/114/Warga-Ukraina-Ditangkap-saat-Peringatan-HUT-OPM
Warga Ukraina Ditangkap saat Peringatan HUT OPM Minggu, 02 Desember 2012 00:00 WIB SEORANG warga Ukraina, Wapinenko Shapirenko, 36, ditangkap aparat seusai mengikuti syukuran HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kantor Dewan Adat Papua Wilayah III, Manokwari, Papua Barat, kemarin. Penangkapan Shapirenko alias Artem dilakukan sekitar pukul 13.00 WIT ketika yang bersangkutan keluar dari Kantor Dewan Adat Papua. Kericuhan sempat terjadi lantaran Artem meneriakkan yel-yel Papua Merdeka saat akan dimasukkan ke mobil milik Brimob. Puluhan warga mencoba menghalangi penangkapan tersebut. Namun, petugas Polres Manokwari dan Brimob Polda Papua segera meringkus Artem. Ia kemudian dibawa ke Kantor Polres Manokwari untuk dimintai keterangan. Menurut Kabid Humas Polda Papua AKB I Gede Sumerta Jaya, Artem masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan wisata untuk 60 hari dan sudah overstay. "Dia tinggal di rumah penduduk atas nama La Garuda, di Jalan Simponi Rindu Wirsi, Manokwari, sudah sebulan.'' Aparat juga menangkap Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo bersama dua rekannya, Hukum Kiman dan Ebes Salam. Penangkapan bermula ketika massa pimpinan Victor akan melakukan unjuk rasa dari arah Perumnas III Waena menuju daerah Expo Waena, selanjutnya ke makam Theys Eulay di Sentani. Theys ialah eks Ketua Presidium Dewan Papua yang pernah mencetuskan dekrit Papua Merdeka. Tembakan gas air mata dilepaskan sehingga massa kocar-kacir dan tiga orang ditangkap. Namun, Victor dan dua rekannya kemudian dilepas. Secara umum, peringatan HUT OPM pada 1 Desember, kemarin, berlangsung kondusif. Di Jayapura, Sorong, dan Mimika tidak terjadi pengibaran bendera Bintang Kejora di tengah ketatnya pengamanan oleh aparat. Sementara itu, Sumerta Jaya mengatakan polisi masih terus memeriksa tujuh orang yang ditangkap terkait dengan penyerangan Polsek Pirime, Kabupaten Lany Jaya, Papua, Selasa (27/11). Mereka, yakni KW, DTT, YW, TT, TW, GK, dan LK, diketahui berasal dari kelompok EW dan RM. Dari Jakarta, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Suhardi Alius menyatakan ketujuh orang tersebut diduga bagian dari OPM. Dalam penggerebekan Jumat (30/11), tim gabungan menemukan 989 kartu anggota OPM, 2 bendera Bintang Kejora, serta 1 bendera AS dan Inggris. (MC/SI/Mad/Ant/X-11) [Non-text portions of this message have been removed]
