http://www.mediaindonesia.com/read/2012/12/24/372120/4/2/Ekspor-Indonesia-Tahun-Depan-Diprediksi-Mandek


Ekspor Indonesia Tahun Depan Diprediksi Mandek 
Penulis : Nurulia Juwita Sari
Senin, 24 Desember 2012 02:29 WIB      
ANTARA/Hermanus Prihatna/rj


JAKARTA--MICOM: Nilai ekspor pada 2013 diprediksi tidak akan lebih baik dari 
realisasi tahun ini. Kondisi perekonomian global yang belum stabil menjadi 
penyebab yang paling berpengaruh. 

"(Neraca perdagangan tahun depan) tidak akan naik dari tahun ini. Untuk impor 
mungkin akan terus meningkat. Soalnya tahun ini importasi bahan baku dan barang 
modal meningkat cukup pesat. Ini akan sangat dibutuhkan untuk mendukung 
investasi yang besar," tutur Menteri Perdagangan Gita Wirjawan beberapa waktu 
lalu. 

Untuk ekspor, jika bisa mencapai US$190 miliar seperti tahun ini dinilai sudah 
cukup baik. Pergerakan neraca perdagangan Indonesia ke depan, kata Gita, masih 
tergantung pada pemulihan kondisi ekonomi global. 

"Kalau kita bisa balance antara ekspor dan impor, bagus. Apalagi kalau kita 
bisa menaikkan ekspor. Ini sangat tergantung dengan yang disikapi Eropa dan 
Amerika Serikat. Ini sangat memengaruhi sentimen mood dan kebutuhan untuk 
produk-produk yang bisa diproduksi di Indonesia," ujarnya. 

Gita memerkirakan besaran angka impor pada tahun depan akan didominasi pesawat 
terbang dan komponennya. 

"Beberapa maskapai nasional dan internasional di Indonesia sudah memesan 
ratusan pesawat yang akan diserahkan dalam tiga-empat tahun ke depan," ujarnya. 

Di samping itu, impor minyak juga masih akan menyumbang banyak. Impor minyak 
dan gas hingga akhir Oktober saja sekitar US$20 miliar. "Ekspor migas kita pada 
umumnya, gas kurang lebih US$16,5 miliar. Ini yang menyebabkan defisit neraca 
perdagangan khusus dalam sektor migas sebesar US$3,5 miliar.” 

Strategi yang akan diterapkan pemerintah ialah ekspor akan fokus ke pasar-pasar 
nontradisional. Tapi pihaknya juga tetap menguatkan pijakan pada pasar-pasar 
tradisional seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa. 

Sebelumnya, Dirjen Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Gusmardi 
Bustaman menjelaskan pada tahun depan pemerintah Indonesia terus membidik pasar 
Afrika dan Amerika Latin. 

Indonesia akan menggenjot ekspor ke dua wilayah itu hingga 15%. Saat ini ekspor 
produk Indonesia ke dua wilayah itu hanya mencapai US$30 miliar. (Wta/OL-5) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke