http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2012/12/23/139096/Pesan-Natal-2012-Menjadi-Keselamatan-bagi-Orang-Lain

23 Desember 2012 | 23:12 wib

Pesan Natal 2012, Menjadi Keselamatan bagi Orang Lain

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Keprihatinan menjelang setiap perayaan hari besar, 
juga yang menyangkut hari-hari besar umat beragama, termasuk perayaan Natal 
2012, hati Mgr Johannes Pujasumarta, Uskup Agung Semarang menjadi waswas. 
Peristiwa yang terjadi menjelang Natal 2011 yang lalu masih lekat dalam 
ingatannya, yaitu peristiwa vandalisme, pemenggalan patung Maria Pawitra, 
Tawangmangu, oleh beberapa orang yang sampai sekarang belum diketahui siapa 
mereka itu.

Menurutnya, ancaman kekerasan semacam itu terjadi lagi, bahkan diperkeruh 
dengan fatwa yang tidak bersahabat dari sejumlah pemuka agama. Itulah yang 
menyebabkan aparat keamanan dan seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaannya, 
agar situasi aman dan terkendali.

"Dalam Negara Pancasila yang seharusnya terjadi adalah perayaan keagamaan 
merupakan suatu yang wajar dilakukan oleh umat beragama sesuai dengan 
kepercayaan dan keyakinan," katanya, Minggu (23/12).

Bila itu tidak terjadi, lanjutnya, bisa dikatakan, masyarakat sekarang ini 
sedang sakit, sakit secara rohani. Maksudnya,pengalaman rohani akan Allah tidak 
dimiliki secara benar. Bahkan ekspresi pengalaman itu dalam beragama
mengalami deviasi atau penyimpangan. Bagaimana mungkin, ucapnya, terjadi orang 
berseru "Tuhan, Tuhan", tetapi perilakunya bertentangan dengan seruannya itu, 
dengan membenci orang-orang yang berbeda agamanya.

Dari deviasi beragama tersebut terjadilah kondisi masyarakat yang tuna adab. 
Penyakit rohani itu berdampak pada segala segi kehidupan masyarakat. Etika dan 
moral sosial rusak, sangatlah lemah sikap saling mengasihi dan menghormati satu 
sama lain. Orang, imbuhnya, menjadi mati rasa terhadap nasib orang lain.

Penyakit masyarakat dewasa ini diperparah oleh karena keserakahan yang tampak 
pada merajalelanya korupsi, yang seperti kanker, merusak seluruh jaringan tubuh 
masyarakat.

Pesan pokok Natal tahun ini, menurutnya, ialah dalam situasi yang mengerikan 
tersebut lahirlah seorang anak manusia, yang bersedia hadir sebagai keselamatan 
bagi manusia lain. Ia adalah Firman yang menjadi manusia, yang bersedia menjadi 
keselamatan bagi manusia lain, menjadi "homo homini salus". Anak Manusia itu 
lahir di Bethlehem, yang artinya 'rumah roti".


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke