Ref: Kalau daya saing rendah, berarti daya cipta pun rendah. http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=317804
RISET DAN TEKNOLOGI Daya Saing Indonesia Rendah Jumat, 21 Desember 2012 JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) bersama-sama dengan Komite Inovasi Nasional (KIN) dan Dewan Riset Nasional (DRN) meluncurkan program "Inisiatif Inovasi 1-747" untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan penguatan riset dan teknologi yang diterapkan pada 2014. Selama ini, selain tingkat daya saing Indonesia yang menurun, indeks inovasi juga tergolong rendah. Posisi Indonesia hanya sedikit di atas Thailand, Vietnam, dan Filipina, jauh di bawah China, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena akan berujung pada ketidakmampuan Indonesia memproduksi kebutuhannya sendiri. Ketua KIN Zuhal didampingi Menristek Gusti Muhammad Hatta serta Ketua DRN Andriatoni Handojo, dalam penjelasannya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (20/12), mengemukakan, program Inisiatif Inovasi 1-747 ini terdiri atas empat aspek utama, yaitu 1 persen dari GDP dialokasikan untuk kegiatan litbang, tujuh langkah perbaikan ekosistem inovasi, empat wahana percepatan pertumbuhan ekonomi dengan model industri berbasis inovasi, serta tujuh sasaran visi Indonesia 2025 yang akan dicapai, yaitu pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya yang berkesinambungan dan lestari. Sebagai langkah awal, menurut Menristek Gusti Muhammad Hatta, program Inisiatif Inovasi 1-747 ini difokuskan antara lain untuk meningkatkan dana riset sains, teknologi, dan inovasi (STI) menjadi 1 persen GDP. Dana ini harus digunakan secara benar dan tepat sasaran, terencana, terukur, dan berkelanjutan. "Misalnya, dengan mengoptimalkan anggaran pendidikan untuk menambah total dana riset yang sudah dianggarkan untuk riset," kata Menristek. (Singgih BS) [Non-text portions of this message have been removed]
