Ref: Kalau dari semula semasa penjajahan diketahui bahwa yang disebut Indonesia 
itu akan repot dengan  diskriminasi kaum minoritas dan menyampaikan ucapan 
natal, maka pasti RI tidak akan terwujud dalam kesatuan geografis seperti 
sekarang. Apakah kesatuan berkeadaan demikian  akan bisa terus dipertahankan 
dengan represi militer dan transmigrasi? 

http://www.antaranews.com/berita/349990/2100-aparat-keamanan-siaga-natal-di-maluku

2.100 aparat keamanan siaga Natal di Maluku
Senin, 24 Desember 2012 04:02 WIB | 621 Views

 
Brigjen Pol. Muktiono. (ANTARA/M. Agung Rajasa)

  "Potensi kerawanan pasti ada." 
Ambon (ANTARA News) - Sebanyak 2.100 personel gabungan Kepolisian Negara 
Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Operasi 
Lilin bersiaga mengamankan perayaan Natal 25 Desember 2012 dan Tahun Baru 2013 
di berbagai wilayah di Maluku.

"Ribuan personel ini disebarkan pada 44 titik pelayanan yang dirasakan rawan 
serta seluruh gereja dan Kathedral di Maluku," kata Kepala Kepolisian Daerah 
(Kapolda) maluku, Brigjen Pol. Muktiono, di Ambon, Senin.

Khusus di Ambon, ia mengemukakan, penjagaan dipusatkan di 12 pos pengamanan 
disebarkan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam 
merayakan hari kelahiran Yesus Kristus tersebut.

Dia mengatakan, ribuan personel keamanan dibantu petugas kesehatan, dinas 
perhubungan, Pramuka dan organisasi kepemudaan akan bertugas mengamankan 
jalannya ibadah persiapan Natal di berbagai gereja agar berjalan aman dan 
lancar.

Selain itu, ia menyatakan, aparat keamanan mengawasi perayaan Natal di berbagai 
ruas jalan di Kota Ambon maupun di kabupaten Kota lainnya yang akan dimulai 
pukul 00.01 WIT, seusai umat Kristiani melakukan ibadah syukur menyambut Natal 
di rumah masing-masing.

"Ribuan personel telah diinstruksikan untuk melaksanakan tugas dengan simpatik 
sehingga memberikan rasa aman bagi warga Kristiani yang akan mengikuti ibadap 
persiapan Natal, maupun saat puncak perayaan yang diwarnai dengan konvoi 
kendaraan bermotor di jalan-jalan utama, sekaligus mencegah hal-hal tidak 
diinginkan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan," katanya.

Ia mengemukakan, potensi kerawanan saat perayaan Natal di Ambon maupun daerah 
lainnya di maluku, tetap ada serta menjadi perhatian serius aparat keamanan 
untuk mengantisipasinya.

"Potensi kerawanan pasti ada, namun hal itu dibantu dengan adanya operasi cipta 
kondisi, operasi penyakit masyarakat dan operasi zebra. Semua ini kita lakukan 
untuk menekan angka kriminalitas termasuk potensi kerawanan," ujarnya.

Ratusan personel TNI dan Polri juga telah melakukan penyisiran dan sterilisasi 
pada beberapa gereja dan Kathedral Santo Fransiscus Xaverius di Ambon sejak 
Senin pagi guna menjamin ibadah persiapan Natal pada sore hingga malam hari 
berlangsung aman.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu menyesatkan 
dan bernada provokasi terutama melalui telepon genggam, serta melaporkan 
hal-hal mencurigakan kepada aparat kepolisian maupun TNI di pos-pos pengamanan 
terdekat. (*)

Editor: Priyambodo RH


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke