Ref:  Kalau ada batu kelamin laki-laki dan  grandmother stone adalah 
sebaliknya, clik 
http://www.shutterstock.com/pic-49795201/stock-photo-hin-ta-grandmother-stone-rock-which-look-like-female-genitals-located-at-koh-samui-thailand.html

http://www.gatra.com/nusantara/maluku-papua/21703-ada-batu-kelamin-laki-laki-di-raja-ampat.html

Ada Batu Kelamin Laki-laki di Raja Ampat 

  Rabu, 05 Desember 2012 14:03 

 
Panorama Raja Ampat (indonesia-tourism.com)
Jayapura, GATRAnews - Di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua 
Barat, ditemukan batu berbentuk alat kelamin laki-laki, yang oleh penduduk 
setempat dianggap memiliki nilai religius dan dikeramatkan. Demikian keterangan 
Hari Suroto, staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, kepada Antara, Rabu 
(5/12).


Menurut Hari, ada dua batu yang berbentuk alat kelamin laki-laki yang 
menggantung di atas permukaan air yang mana batu ini terdapat pada tebing karst 
di Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. "Kedua batu ini berupa 
stalaktit yang berbentuk alat kelamin laki-laki pada tebing karst di Teluk 
Mayalibit. Batu ini masing-masing memiliki panjang tiga meter dengan diameter 
40 sentimeter," katanya.

Hari menuturkan, berdasarkan cerita penduduk setempat, kedua batu tersebut 
sudah ada sejak dahulu kala dan tidak ada keterangan secara jelas tentang asal 
usulnya. Namun batu tersebut dipercaya bahwa dapat memberikan keturunan bagi 
orang yang tidak mempunyai anak dengan hanya menyentuhnya atau memegangnya. 
"Selesai menyentuh atau memegangnya kemudian sebuah uang koin dipersembahkan di 
ujung batu kelamin laki-laki ini," kata Hari

Kedua batu ini dapat dikategorikan sebagai tradisi megalitik. Batu kelamin 
laki-laki ini merupakan obyek yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi 
baru di Raja Ampat, namun hingga saat ini lokasi batu kelamin laki-laki ini 
belum diketahui oleh banyak orang. "Untuk itu dinas terkait dapat mempromosikan 
keberadaan kedua batu ini untuk wisata," ujarnya.

Selain itu, survei yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Jayapura di akhir 
November lalu diketahui bahwa di beberapa pulau-pulau karang di Teluk Kabui, 
Kabupaten Raja Ampat terdapat lukisan prasejarah pada tebing karst dengan letak 
astronomis 00 19` 48,4" LS dan 130 35` 22,0" BT. "Lukisan yang ada berwarna 
putih dengan motif perahu, buaya, topeng, manusia berdiri, cap tangan warna 
merah, lukisan manusia berdiri warna merah," katanya. (TMA)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke