Ref: Apa perbedaan antara dijajah asing dan yang mengatasnamakan bangsa 
sendiri? Bukankah di NKRI dibilang semua sama, tetapi ada yang lebih samanya.

http://www.gatra.com/politik-mobile/22458-agar-tak-dijajah-asing,-indonesia-perlu-pemimpin-berintegritas-tinggi.html

Agar Tak "Dijajah" Asing, Indonesia Perlu Pemimpin Berintegritas Tinggi 
  a.. 
Sabtu, 22 Desember 2012 17:02 
Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum  Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh 
Indonesia (Apkasi), Isran Noor  menyatakan, Indonesia membutuhkan sosok 
pemimpin berintegritas tinggi untuk memimpin bangsa dan negara yang besar serta 
sumber daya alam yang melimpah agar tidak dijajah oleh bangsa lain. "Indonesia 
adalah bangsa yang besar dan memiliki sumber daya yang melimpah. Untuk 
mengoptimalkan dan menjaga kebesaran bangsa, dibutuhkan pemimpin yang memilliki 
integritas," tegas Isran dalam dialog  akhir tahun DPP Ikatan Mahasiswa 
Muhammadiyah (IMM) bertajuk "Reorientasi Visi Kepemimpinan Nasional untuk 
Kemandirian Bangsa" di Jakarta, Jumat, (21/12). 

Dikatakan, meski Indonesia merupakan negara besar, namun mengalami pasang surut 
akibat bangsa ini belum bisa mengelola kebesarannya. “Indonesia memiliki 
geopolitik yang sangat strategis, sumberdaya alam yang sangat luar biasa, dan 
punya modal besar untuk tetap menjadi bangsa yang besar,” ujarnya. 

 Menurutnya, saat ini, persaingan Amerika dan China semakin kentara di wilayah 
Asia Pasifik. Untuk itu, Indonesia harus memiliki pemimpin masa depan yang 
mampu memainkan peranan strategis dan taktis di antara dua kepentingan dua 
negara besar tersebut. Terlebih, lanjut Isran, Indonesia memimliki penduduk 
terbesar nomor 4 di dunia dan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. 
"Kata kunci keberhasilan pengelolaannya adalah integritas," ujar Isran.  

Bangsa ini harus dipimpin oleh seorang yang memiliki visi masa depan dan 
indepedensi.  Untuk memulainya, seluruh rakyat Indonesia  harus menjaga 
integritas diri, keluarga, dan bangsa. “Sebagai contoh, bahwa betapa sumber 
daya alam kita dikuasai oleh asing, saat ini, saya selaku Bupati Kutai Timur 
sedang berhadapan dengan perusahaan tambang asal Inggris bernama Churchill 
Mining Plc, yang menggugat Indonesia di abritrase internasional, karena saya 
selaku Bupati Kutai Timur mencabut izin usaha pertambangannya," ungkap Isran. 

Mereka menggugat pemerintah Indonesia sebesar US$ 2 milyar atau setara Rp 19 
trilyun. Isran mengaku diajak  bernegosiasi untuk menyelesaikan sengketa hukum 
di pengadilan internasional itu. "Ada bisikan pada saya untuk bernegosiasi. 
Namun saya tolak mentah-mentah dan memilih bertarung secara hukum untuk 
mempertahankan harkat dan martabat Bangsa Indonseia yang sedang coba diinjak 
dan dimanfaatkan oleh perusahaaan Inggris itu," tegasnya. 

Bayangkan saja, imbuh Isran, hanya berbekal selembar izin yang diberikannya, 
Churchill Mining Plc mendaftarkan beberapa perusaahaannya di pasar modal 
sekunder Inggris dan berhasil menaikkan harga sahamnya hingga 300%, padahal 
Churchill belum memulai kerja apapun di Kutai Timur. "Mereka hanya menjajakan 
potensi dan mimpi saja, itulah kenapa saya merasa yakin akan menang dalam 
abritrase internasional ini," tegas Isran. 

 Sementara itu, pembicara lainnya, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), 
Tjatur Sapto Edy menegaskan, IMM harus mencari pemimpin bangsa yang berani 
memanfaatkan kebesaran Indonesia dan berinisiatif mengumpulkan capres untuk 
mendengarkan visi mereka untuk bangsa ini. "Saya yakin, orang berani seperti 
Isran Noor. Ini merupakan  bagian dari calon pemimpin masa depan yang harus 
dielaborasi oleh IMM," nilai Tjatur yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI.(IS)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke