Ref: Agaknya selama ini para pemimpin belum atau tidak menghargai perempuan? Ngaur NKRI yang sudah berumur 67 tahun, tiap tahun kaok-kaok tentang kehebatan Kartini, tetapi para pemimpin belum menghargai perempuan?
http://www.harianterbit.com/2012/12/19/sby-ajak-pemimpin-hargai-kaum-perempuan/ Rabu, 19 Desember 2012 14:32 WIB SBY Ajak Pemimpin Hargai Kaum Perempuan Ari Utari — HARIAN TERBIT JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pemimpin di negeri ini untuk hormat terhadap kaum perempuan. Pemimpin harus jadi contoh yang baik karena sesuai amanah yang tidak ringan. Pemimpin harus bisa menghargai kaum perempuan, tidak melecehkan dan merendahkan martabat kaum perempuan. Menurut Presiden SBY pada puncak peringatan Hari Ibu ke-84 di Gedung Smesco, kemarin budaya Indonesia pada dasarnya saling menghormati dan menghargai baik kepada kaum perempuan maupun lak-laki. “Laki-laki harus menghormati dan memuliakan perempuan juga sebaliknya. Sama sama harus menghormati lembaga perkawinan dan UU Perkawinan. Jangan melakukan tindakan pelecehan dan menurunkan martabat kaum perempuan. Lindungi hak-hak dan kaum perempuan,” katanya. Ia mengajak semua pemimpin di negeri ini baik formal maupun non formal untuk bisa menjadi contoh pemimpin yang amanah. Menurut Presiden SBY, sejak awal abad 20 kaum perempuan dunia sudah banyak berjuang. Terutama memperjuangkan hak pekerja yang masih terabaikan. Di Indonesia, perjuangan kaum ibu selain ikut merebut kemerdekaan juga berjuang memperjuangkan nasib perempuan “Pergerakan dan partisipasi perempuan di masa ini tetap relevan. Masih perlu dan mesti dipertahakan. Siapapun di negeri ini tidak boleh melakukan diskriminasi. Sesuai gerakan perjuangan kaum perempuan semua organisasi perempuan dapat peluang dan hak yang sama untuk berkiprah di negeri ini,” tegasnya. Ditambahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, 84 tahun peringatan Hari Ibu diadakan di seluruh pelosok Indonesia. Semua pihak berkepentingan untuk tetap menjaga semangat dan roh perjuangan perempuan Indonesia dengan mitranya kaum laki-laki. “Agar perempuan dapat hidup sebagai “agent of change” dan mitra strategis laki-laki di dalam berbagai bidang pembangunan,” katanya. Editor — Fenty Wardhany [Non-text portions of this message have been removed]
