http://news.detik.com/read/2012/12/30/055341/2129656/10/cerita-pernikahan-teguh-yang-dipalak-penghulu-bertato-di-klaten?n991101605
Minggu, 30/12/2012 05:53 WIB Cerita Pernikahan Teguh yang 'Dipalak' Penghulu Bertato di Klaten Ahmad Toriq - detikNews Jakarta - Cerita tentang biaya pernikahan yang mahal tak hanya terjadi di wilayah Jakarta. Di Klaten, pungutan biaya untuk menikah mencapai Rp 700 ribu. Teguh, warga Klaten yang menikah tahun 2008, harus merogoh kocek sedalam Rp 700 ribu untuk mengurus administrasi pernikahannya. Padahal, biaya pencatatan menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) berdasarkan PP Nomor 47/2004 tentang PNBP pada Kemenag adalah Rp 30 ribu. "Saya menikah tahun 2008, waktu itu biayanya jadi Rp 500 ribu dengan rincian biaya nulis buku nikah, biaya stempel, bensin penghulu, tanpa kwitansi," tulis Teguh, Minggu (30/12/2012). Biaya awal yang diminta oleh petugas KUA di tempatnya mendaftarkan pernikahan adalah Rp 500 ribu. Biaya itu pada awalnya disebut termasuk 'ongkos' untuk penghulu. Namun pada hari H pernikahannya, sang penghulu kembali meminta uang ke mertua Teguh. Awalnya mertua Teguh enggan memberi, namun akhirnya uang tambahan diberikan setelah melihat tato yang ada di tubuh penghulu tersebut. "Setelah ijab qabul di rumah saya, petugas KUA (penghulu -red) nya minta duit lagi Rp 200 ribu ke mertua saya. Sial banget, mana petugas KUA-nya tatoan lagi, suatu keanehan kan," ujarnya. "Masa pegawai KUA yang notabene orang yang lebih ngerti agama malah kayak preman," imbuhnya. [Non-text portions of this message have been removed]
