http://lampost.co/berita/sejarah-yang-membodohi-dan-menipu

2012-12-31 04:23:00


Sejarah yang Membodohi dan Menipu



Zulkarnain Zubairi
Wartawan Lampung Post

SEJARAH yang kita buat hari ini sangat mungkin akan menjadi sejarah hitam atau 
sejarah putih di masa nanti, bergantung bagaimana kita menyikapinya. Meminjam 
ungkapan Taufik Abdullah, ada berbagai cara dalam mencapai tujuan (yang sama).
Membuat sejarah memang lebih mudah dibandingkan menulis sejarah karena setiap 
orang mampu melakukannya, walaupun itu belum tentu penting atau menarik untuk 
dituliskan.
Upaya rekonstruksi sejarah ini dilakukan dengan penuh ketelitian agar kita bisa 
menggambarkan situasi masa lalu sedekat mungkin. Lain halnya jika kita sekarang 
berhati-hati dalam melangkah dan berbuat. Segala sesuatu dilakukan dengan 
cermat dan teliti kalau perlu dicatat.


Dengan niat, kelak sengaja akan dijadikan sumber sejarah. Kalau begini, kita 
perlu tempat penyimpanan segala macam sumber sejarah (arsip, barang cetakan, 
rekaman, gambar, film, dsb.) yang baik. Itu pun kalau generasi kini sadar 
sejarah dan tak abai dengan semua hal yang kita anggap penting dalam kehidupan 
kita.


Tapi, tidak ada sejarah yang tunggal karena itu bisa berbahaya dan dapat 
membodohkan. Biarlah orang-orang menuliskan sejarah (menurut versi) 
masing-masing, asalkan sesuai dengan metode yang berlaku. Tidak 
ditambah-tambahi maupun dikurangi. Dengan kata lain, upaya penulisan dengan 
berbagai versi justru memperkaya kita dalam memahami masa lalu.


Jadi, daripada ditutup untuk sementara, lebih baik biarlah “garis batas” itu 
dibuka sehingga masa lalu tak sekedar lewat begitu saja. Seperti diktum seorang 
sejarawan terkenal bahwa setiap generasi menuliskan sejarahnya.
Setiap upaya mengungkap misteri sejarah hampir selalu mengundang kontroversi. 
Sebab, misteri sejarah itu sendiri meninggalkan sikap ambivalen. Di satu sisi 
ada hasrat yang menggebu untuk ingin tahu, tetapi di sisi lain ada keraguan 
apakah hasrat ingin tahu itu bisa terpuaskan.


Para politisi tengah membuat sejarah. Masalahnya, rakyat hampir bosan dengan 
kelakuan para politisi. Sebab, kebanyakan para politisi sibuk membuat sejarah 
hitam melulu. Para elite lebih acap membuat sejarah yang akan dikenang rakyat 
sepanjang hayat sebagai sejarah membodohi dan menipu rakyat. n



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke