http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/01/04/11/120349/Hati-Hati-Bila-Ketergantungan-Obat-Penenang-

Hati-Hati Bila Ketergantungan Obat Penenang 
Jum'at, 04 Januari 2013 | 21:53 WIB
 
MI/Susanto

: Bagi sebagian orang, obat penenang merupakan hal yang wajar untuk dikonsumsi 
bahkan dijadikan konsumsi sehari-hari layaknya vitamin. Namun, ada yang harus 
Anda waspadai bila ketergantungan obat penenang. 

Ketika ketergantungan obat penenang terjadi pada Anda, akan timbul efek lainnya 
seperti kegelisahan, insomnia, kejang-kejang, hingga kematian. Untuk itu, ada 
baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa yang harus diperhatikan sebelum 
mengonsumsi obat penenang.

Ahli di bidang Psikosomatik Medis dr. Andri SpKJ mengatakan ada dua obat 
penenang, yakni Minor Tranquilizer dan Major Tranquilizer. Keduanya disebut 
obat penenang walaupun sebenarnya kedua fungsi obat ini berbeda.


Minor tranquilizer adalah obat-obat penenang golongan benzodiazepine yang lebih 
dikenal masyarakat sebagai obat tidur. Contohnya sangat banyak seperti 
alprazolam, lorazepam, diazepam, clobazam. Kesemuanya adalah nama generik, 
tetapi di pasaran biasanya dijual dengan nama dagangnya.

Sedangkan Major tranquilizer merujuk pada obat penenang yang sifatnya lebih 
kuat dan biasanya ditujukan untuk pasien-pasien dengan gangguan realitas 
seperti psikotik.



Contoh obatnya misalnya Haloperidol, Trifluoperazine dan Chlorpromazine. Obat 
penenang yang biasa dikonsumsi sebagai obat tidur atau obat penenang 
sehari-hari adalah yang dari golongan Minor Tranquilizer.

"Jadi jangan bilang orang-orang yang memiliki gangguan psikotik itu 
ketergantungan, karena mereka memang harus minum obat seumur hidupnya, yang 
harus waspada adalah orang-orang yang menggunakan obat penenang untuk mengatasi 
rasa cemas, gelisah dan sulit tidur," jelasnya.

Menurutnya, obat penenang secara klinik paling banyak digunakan untuk pasien 
dengan gangguan tidur dan gangguan kecemasan. Berbagai macam jenis kecemasan 
dan gangguan tidur sering diberikan obat ini. Sayangnya, kadang penggunaannya 
tidak sesuai dan sering malah menimbulkan masalah jika digunakan tanpa 
pengawasan dokter.

Beberapa obat penenang menimbulkan efek ketergantungan yang cukup besar 
belakangan sudah mulai jarang digunakan dalam praktek sehari-hari. Jika 
digunakan pun biasanya dosisnya kecil sekali.



Beberapa golongan obat penenang yang termasuk hipnotik sedatif (membuat tidur 
dan menenangkan) kuat seperti Nitrazepam (merk dagang dumolid, di beberapa 
negara namanya mogadon) banyak disalahgunakan dan menimbulkan masalah. "Perlu 
pengawasan dokter yang ketat jika memakai obat ini," jelasnya. (*/OL-9)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke