http://www.shnews.co/detile-13151-ribuan-ikan-kapuas-mati-diduga-karena-air-tercemar.html

Ribuan Ikan Kapuas Mati Diduga karena Air Tercemar 
Rabu, 09 Januari 2013 - 09:18:10 WIB

: 84 



(Foto:dok/antaranews.com)
Ilustrasi. 
Pencemaran terjadi akibat pembusukan tanaman.

KUALA KAPUAS - Dinas Kelauatan dan Perikanan Kabupaten Kapuas, Kalimantan 
Tengah menduga ribuan anak ikan sungai yang mati jenis pantik dan baung di Desa 
Manusup, Kecamatan Mantangai karena kualitas air tercemar akibat pembusukan 
tanaman.

"Curah hujan di daerah itu cukup tinggi menyebabkan banjir dan merendam tanaman 
mengakibatkan pembusukan yang mengeluarkan getah karena lama tidak terjadi 
pencucian sehingga larut dan mengalir ke sungai besar Kapuas," kata Kadis 
Kelauatan dan Perikanan Kabupaten Kapuas, Tangkasiang F Lambung, di Kuala 
Kapuas, Rabu (9/1).

Sehingga akibatnya kualitas air menjadi tidak baik bagi perkembangan anak ikan 
sungai karena parameter air diantaranya seperti oksigen dan amoniak mengalami 
penurunan.

Berdasarkan analisa secara kasat mata, katanya, tidak menemukan penyebab ribuan 
anak ikan sungai yang mati tersebut akibat limbah atau aktivitas perusahaan 
yang ada disekitar kecamatan itu ataupun aktivitas masyarakat mencari ikan 
dengan menggunakan tuba ataupun penyetruman ikan.

"Penyebab ribuan ikan yang mati ini karena air tidak ada pencucian. Namun kalau 
terjadi pertemuan air pasang, maka ikan yang nyaris mati atau biasa disebut 
bangai bisa hidup," katanya.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kapuas, Lesmiriadi 
mengatakan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air yang 
diduga tercemar menyebabkan ribuan anak ikan sungai mati itu. "Kami masih 
menunggu hasil sampel air dari uji laboratorium," katanya.

Beberapa parameter yang akan diuji sesuai peraturan pemerintah antara lain 
untuk mengetahui status kualitas air dari sampel air tersebut diantaranya 
oksigen kimia POD, COD, Nitrit, Clorida, Amonia, minyak dan lemak, serta penol, 
ujarnya. "Hasil uji laboratorium ini juga sebagai bahan pemerintah daerah dalam 
pengelolaan kualitas air," katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Kapuas dari Komisi II yang membidangi perikanan, Algrin 
Gasan meminta ada tindakan kongkrit dari BLH, Dinas Kelautan dan Perikanan 
serta Dinas Kesehatan untuk meneliti serta mencari penyebab ribuan anak ikan 
sungai yang mati itu dan telah dikonsumsi warga setempat.

"Jangan sampai ini mengganggu ekonomi masyarakat setempat terutama dalam usaha 
budidaya perikanan dalam keramba," kata Anggota DPRD Kapuas dari daerah 
pemilihan Kecamatan Mantangai ini. 
Sumber : Ant

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke