kronologis Penggusuran pedagang STASIUN oleh PT KAI 

by @BEMUI_Change

Pedagang kecil stasiun itu gak untuk cari kaya cuma buat makan dan 
biaya hidup anak bini "CARIKAN KAMI SOLUSI" JANGAN ADU KAMI DENGAN 
PREMAN BERTANGAN BESI 

POCIN DALAM BAHAYA !! buat seluruh 
mahasiswa UI yang masih punya hati harap merapat kesana sekarang ! Atas 
intruksi dari Pak Ari, Kios sedang dgusur saat ini. pedagang menangis,bhkn 
tanpa diberi kesempatan utk memindahkan brg dagangan. Saat ditanya mana 
suratnya, Pak Ari menjawab,"kita bereskan dulu,nanti itu kita urus di 
belakang". Saat ditanya mngenai permohonan Komnas HAM agar tdk ad 
penggusuran, Pak Ari menjawab,"kan cuma sebatas rekomendasi,trserah mau 
ngapain!"

Himbauan sekali lagi, Kepada rekan-rekan 
mahasiswa,ayo ke Stasiun Pocin. kezaliman jelas sedang trjadi, di depan 
kampus kita bahkan Preman, PKD, DAOP 1, Semua bersama melakukan 
penggusuran, sdgkan pedagang n mahasiswa tidak sebanding jumlahny saat 
ini, ini Kejam rekan-rekan. KEJAM. Boleh dblang pengecut,krna tdk ad 
pmberitahuan sblmnya. main gusur saja

kawan-kawan, saat ini kita KECOLONGAN. Kios Pedagang d Pocin DIGUSUR!

Hari ini (14/01) persatuan pedagang bogor-kota melakukan aksi simpatik 
di depan istana negara untuk menolak penggusuran dan mengajak dialog. 
Tapi tak dinanya, STASIUN POCIN DIGUSUR !! Dan penggusuran tersebut 
dilakukan tanapa surat perintah. Lebih parahnya, penggusuran itu 
dilakukan oleh preman! Sementara kios pocin sedang dijaga oleh ibu-ibu, 
preman dengan linggis dan berbagai sejata tajam lainnya datang. Mereka 
dengan begitu bringgas menghancurkan kios-kios buku st pocin. Bahkan, 
jatuh korban dari mahasiswa! Mereka menipu kita kawan! Parahnya, bahkan 
kapolsek beji mengaku tidak diberitahu rencana penggusuran tersebut.

Saat ini, satu batalion polisi bergerak menuju arah massa, seharusnya 
mereka tidak melakukan apa-apa karena kapolsek beji sudah berjanji untuk
 melindunggi massa aksi. Saat ini, perwakilan dari @LBH_Jakarta sedang 
berorasi didepan massa aksi. Saat ini polisi anti huruhra ternyta 
diturunkan. Padahal yang kita minta satu. Dialog.

Mc aksi 
sekarang sedang melakukan dinamisasi dengan mengajak massa mrerusak foto
 ignasius jonan. Siapa ignasius jonan ? Dia adalah dirut pt kai. Dirut 
kai adalah penanggung jawab dari seluruh penggusuran yang terjadi di 
stasiun. Tapi kawan, bukan hanya ijon yang harus bertanggung jawab!! Pt 
kai berada fibawah kemenyrian bumn. Jadi dahlan iskan juga harus 
bertanhgung jawab!! Kementrian bumn berada dibawah kekuasaan sby, jadi 
presiden kita yang mulia itu juga harus tanggung jawab!! Jadi, tuntutan 
dari pemblokiran rel hari ini adalah, orang orang itu harus kesini, 
berdialog dengan kami.

Saat ini seorang pedagang sedang 
menyampaikan bagaimana anaknya merintih meminta uang untuk membeli buku,
 tapi dia nggak punya uang. Kiosnya digusur。 Padahal itu satu satunya 
sumber pendapatannya setelah sang suami meninggal. Mereka, pedagang 
stasiun, berdagang hanya untuk sesuap nasi. Bhkn menyisihkan uang mereka
 untuk ditabung saja tidak cukup. & mereka digusur.

Pemblokiran yang kami lakukan memang merugikan pt kai. Tapi mereka 
memutus rantai rejeki rakyat!  Ya, yang kami lakukan ini bukan aksi. Ini
 reaksi. Reaksi dari kebejatan mereka! Jadi tuntutan kami jelas, 
ignasius jonan kesini, membangun kembali kios st pocin yang mereka 
hancurkan!

Natalius Pigai (komesioner komnas ham) sedang 
berbicara didepan massa aksi. Tapi harus diakui, yang komnas ham, 
terutama pigai, lakukan selama ini sama sekali tidak ada efeknya 
terhadap advokasi menolak penggusuran. Kios Pdgang d St.Pocin digusur 
.Bnyak info simpang siur nih mengenai ap yg tjd.Oke,mimin akan 
share,supaya ga ada prasangka :)

Tadi pagi d 
St.Pocin,semenjak pagi hari,pedagang dan mahasiswa dikagetkan dg preman 
yang tiba-tiba rame. Kaget, karena pd saat yg sama, pedagang dan 
Mahasiswa mencoba menyampaikan aspirasi melalui jalur demokrasi yang 
benar berupa aksi ke istana, Mk jdilah dari pagi, kios hnya 'dijaga' 
oleh 6 pdagang n 3 mahasiswa saja.sementara preman dan aparat (PKD dan 
Polsuska) mulai rame di Stsiun. Pdgang mulai curiga bahwa penggusuran 
akan berlangsung hari ini di saat beberapa kios mnjlankan aktivitas jual
 beli

Dan #jeger,10.15 tadi pagi Mimin mncoba mndekati 
kerumunan preman n aparat dan tiba2 trdengar instruksi : "Sekarang!",n 
preman mlai brgerak, Preman berada di barisan depan dilengkapi balok 
kayu dan linggis, diikuti oleh PKD dan Polsuska di belakang mereka, Maka
 pecahlah isak tangis pedagang. Barang dagangan mereka (buku2) 
dikeluarkan scra paksa oleh aparat, dan Preman melakukan pengrusakan 
kios, Di saat yg sama, mahasiswa yg bertiga itu mendatangi Pak Ari, 
semacam ketua panitia penggusuran, untuk menanyakan kejelasan apa yg 
terjadi, Mahasiswa menanyakan 2 hal,pertama ada atw tidak surat 
penggusuran dan kedua bagaimana Pak Ari menanggapi rekomendasi dari 
KOMNAS HAM

Oya, Rekomendasi itu mengtakan bahwa PT.KAI tidak
 boleh melakukan penggusuran sebelum terjadi dialog, karena tanpanya, 
tjd pelanggaran HAM, Jawaban Pak Ari untuk pertanyaan pertama : 
"Surat-suratan nanti kita urus setelah ini (penggusuran) beres!"

Jawaban Pak Ari untuk pertanyaan kedua : "Itu kan sifatnya rekomendasi,
 ya terserah kita mau ngapain,kan ini (stasiun) rumah kita (PT.KAI)",  
Mentok d sana, Mahasiswa menuntut agar pedagang diberi waktu untuk 
memindahkan barang dagangan mereka terlebih dahulu, dan Pak Ari 
mengiyakan

Dan #Jeger, Preman tetap melakukan pengrusakan 
kios saudara-saudara, sementara buku2 masih belum dipindahkan 
seluruhnya. Rusaklah buku2 itu, Aneh,k etika aparat kerjasama dg Preman 
utk melakukan penggusuran. Preman merusak, aparatnya bantu2 pindahin 
buku. Pembagian tugas yg rapi,  Akhirnya di kios terakhir, bbrpa 
mahasiswa dan pedagang mulai hadir, mereka membuat border untuk 
melindungi kios 'terakhir' itu. Aneh, ketika aparat malah memobilisasi 
preman untuk tetap menggusur, walau di sana ada pagar manusia. Jadilah 
bentrok di sana.  Mahasiswa dan pedagang tidak bersenjata diserbu 
beramai-ramai oleh Preman yang dipersenjatai linggis dan balok kayu, 
karena jumlah yang tidak seimbang, akhirnya mahasiswa dan pedagang 
dipukul mundur oleh Preman, dan kios terakhirpun dirusak oleh Preman

Kenapa Preman yg melakukan penggusuran sedangkan di saat yg sama 
petugas hadir di sana? PT.KAI menyewa Preman utk menggusur? Hmm.. 
Pengrusakan oleh Preman n aparat berlangsung selama kurang lebih 1 jam. 
setelah kios dirusak, Preman mencoba mengintimidasi Mahasiswa, kmudian, 
Preman brkumpul d depan loket,diikuti aparat,lalu diiringi oleh Tawa 
Puas.#miris, d saat yg sm pedagang n mahasiswa ad yg menangis

Upaya Penggusuran di St.Pocin pagi ini sudah jelas-jelas, salah. sekali
 lagi, SALAH! Pertama, tidak ada surat pemberitahuan penggusuran, Kedua,
 PT.KAI juga menyewa Preman untuk melakukan penggusuran di St.Pocin. 
Preman tidak berhak melakukan itu,bahkan Polisi pun tidak berhak,  
Ketiga, penggusuran yang dilakukan oleh aparat dan preman dijalankan 
dengan cara kekerasan, memukul mahasiswa dan pedagang, keempat, bahkan 
mengenai penggusuran tadi pagi tidak diketahui oleh Polres Depok 
sehingga tdk ad yg bertanggungjawab thd keamanan masyarakat

Utk memperjuangkan haknya, pedagang n mahasiswa telah menempuh jalur 
demokrasi yg terhormat. Mendatangi kantor PT.KAI utk minta dialog : 
SUDAH

Mendatangi kantor DAOP 1 di St.Kota : SUDAH! 
Mendatangi kantor kementerian BUMN dan Istana Negara utk menyampaikan 
aspirasi : SUDAH!

Lalu, KOMNAS HAM sudah mencoba memanggil PT.KAI utk menghentikan penggusuran 
sebelum terjadi dialog : SUDAH!

Jalur-jalur demokrasi yang terhormat itu sudah dijalankan oleh pedagang dan 
mahasiswa, tapi nyatanya, PT.KAI mengabaikan 

PT.KAI malah menjawabnya dengan penggusuran yang tidak 
berperikemanusiaan, tidak ada mekanisme resmi. Mengkhianati demokrasi 
itu sendiri!  Maka mahasiswa dan pedagang BEREAKSI bersama menunggu Pak 
Ignasius Jonan di Rel stasiun utk hadir di St.Pocin. Dan diabaikan lagi 

Press release LBH Jakarta: "PANGLIMA TNI DAN KAPOLRI HARUS TARIK MUNDUR
 PASUKAN MARINIR DAN BRIMOB DARI PENGGUSURAN PEDAGANG-PEDAGANG DI 
STASIUN" ==> 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/01/medianusantara-panglima-tni-dan-kapolri.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke