Kalau terpilih jadi Hakim Agung, tidak terlalu bermanfaat karena selain sering 
datang siang ke kantor, juga suka bergurau di saat serius. 


Daming Sunusi Sering Datang Siang ke Kantor
Oleh Ferdinand Waskita | TRIBUNnews.com – Sel, 15 Jan 2013


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) mendapatkan laporan Calon Hakim 
Agung (CHA) Muhammad Daming Sunusi sering datang siang ke kantornya. Hal itu 
didapat dari hasil wawancara uji kelayakan antara Pimpinan KY yang dibantu oleh 
Dr. Soeharto, SH, MH dan Prof Dr Abdul Mukhtie Fadjar, SH, MS dengan Daming 
pada 25 April 2012.
Tim penguji lalu melakukan klarifikasi kepada Daming saat uji kelayakan. "Ada 
laporan hasil investigasi kalau bapak sering datang siang ke kantor," tanya tim 
penguji.
Daming lalu membantah laporan tersebut."Saya selalu datang sebelum jam 8, 
kecuali kalau sedang dinas ke Jakarta," ujar Daming.
Selain itu, tim penguji juga menanyakan soal harta yang dimiliki Ketua 
Pengadilan Tinggi Banjarmasin. "Bapak punya rumah di Rawa Lumbu, siapa yang 
menempati?" tanya Tim Penguji
"Saya yang menempati," kata Daming.
"Kalau di Makasar?" tanya tim penguji lagi.
"Ada sekitar 4 rumah," ujar Daming.
"Bapak punya rumah di Rasuna Said?," katanya.
"Apartemen seluas 30 m2. Statusnya disewakan, waktu beli sekitar 400 juta," 
kata Daming.
Tak hanya rumah, Daming juga mengaku memiliki delapan bidang tanah yang dia 
beli sendiri. "Ada 3 bidang yang beli sendiri, yang lima beli sendiri," kata 
dia.
Selain rumah, KY juga mendapatkan laporan bahwa Daming sering berganti 
kendaraan saat ke kantor. "Ada temuan kalau bapak suka gonta-ganti mobil bila 
ke kantor," tanya tim penguji.
Namun, Daming membantahnya. "Hanya ada satu, Toyota Krista 2003, yang satu 
sudah dijual, saya pakai Ford yang merupakan mobil dinas. Toyota Altis ada 
juga, tapi saya cuma pakai satu," kata Daming.
"Bapak punya mobil Nissan Terrano?" Tanya Soeharto lagi. "Tidak pak itu mobil 
tetangga yang diparkir di depan rumah saya," kilah Daming.
Sementara, Ketua KY juga bertanya mengenai jumlah rekening yang Daming miliki. 
"Rekening di bank?", tanya Soeharto. "Sekitar 350 juta di satu rekening," kata 
Daming.
Soeharto kembali menanyakan apakah Daming kerap datang terlambat saat 
dipersidangan. Namun, Daming kembali membantahnya. "Saya rasa tidak pak, 
kecuali waktu di PN Jakpus, di mana sidang sudah full, jadi kita terpaksa 
menunggu," kata Daming.
Daming juga diketahui pernah ikut seleksi calon hakim agung. Namun ia tidak 
lolos. "Tahun lalu ikut seleksi CHA? Tidak lolos di mana? DPR kira2 kenapa 
itu?" tanya tim penguji.
"Saya tidak tahu pasti walau ada keyakinan saat fit and proper test saya akan 
lulus. Namun, fakta bicara lain. Saya harus mengembalikan nasib saya sendiri," 
tukasnya.

Kirim email ke