http://www.aktual.co/penerobos/131647rudi-rubiandini-sang-profesor-industri-migas-nasional
Rudi Rubiandini, Sang Profesor Industri Migas Nasional 16 Jan 2013 13:15:31 Rudi Rubiandini (Foto:Metrotv) Kiprahnya itu kemudian diganjar pemerintah dengan menunjuknya sebagai Wakil Menteri ESDM pada 14 Juni 2012. Sebelum masuk ke birokrasi, Rudi berkarir di perguruan tinggi sebagai dosen dan peneliti hingga diganjar sebagai Inovator Nasional bidang Migas tahun 2002. Rudi Rubiandini merupakan sosok yang tak asing di industri migas nasional. Di Industri migas, nama Rudi memang moncer. Ia dikenal sebagai konsultan untuk berbagai proyek pengembangan lapangan KKKS. Sering berbicara di berbagai seminar migas, serta menghasilkan puluhan software engineering dalam bidang migas, serta menciptakan beberapa buku bidang migas. Sosok satu ini juga terkenal lihai mematikan semburan pada beberapa sumur migas yang sedang blowout. Kiprahnya itu kemudian diganjar pemerintah dengan menunjuknya sebagai Wakil Menteri ESDM pada 14 Juni 2012. Sebelum masuk ke birokrasi, Rudi yang lahir di Tasikmalaya 9 Februari 1962, berkarir di perguruan tinggi sebagai dosen dan peneliti hingga diganjar sebagai Inovator Nasional bidang Migas tahun 2002. Kepemimpinan Rudi selama menjabat Wamen ESDM juga terbuka. Ini sangat wajar mengingat latar belakang Rudi yang tak lain seorang akademisi sehingga selalu tertantang untuk bertukar informasi dan pengetahuan. Pengalaman Rudi memimpin institusi dimulai saat menjadi Sekretaris jurusan Teknik Perminyakan ITB, General Manajer Sabuga, Direktur Penerbit, Direktur Operasi & Keuangan PT LAPI ITB, Direktur Utama PT LAPI ITB sebuah instansi konsultan. Pada kegiatan organisasi sosial kemasyarakatan, ia pernah menjadi sekretaris pakar bidang teknologi ICMI-Jabar, Dewan Pakar PII, IATMI, dan FKDPM. Kini, ia mengemban amanat baru sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK) Migas. Keberadaan lembaga yang bersifat permanen ini dinilai Rudi penting mengingat sektor hulu migas masih menjadi salah satu pilar APBN, selain pajak. Selain itu, kegiatan ini juga terhubung dengan investasi bernilai ratusan triliun rupiah yang ditanamkan investor, sehingga harus ada kepastian hukum atas pengelolaannya. Dalam memimpin SKK Migas, ia akan mengedepankan 4 (empat) hal, yaitu : mengedepankan integritas, mengedepankan profesionalisme, melakukan perombakan organisasi dan mengembalikan iklim investasi yang sempat terganggu. Nantinya, empat hal diharapkan menjadi fondasi usaha untuk menyejahterakan rakyat. Rudi optimis bisa memenuhi harapan masyarakat, para stake holder, baik yang secara resmi disampaikan oleh Mahkamah Konstitusi, maupun yang disampaikan langsung oleh masyarakat. Menurut Rudi, adanya dewan pengawas dalam SKK Migas diyakininya akan membuat gerak lembaga baru ini lebih terkontrol karena diawasi oleh Menteri ESDM langsung dengan anggota Wakil Menteri keuangan, Kepala BPKM serta Wakil Menteri ESDM. Sejumlah terobosan disiapkan Rudi agar SKK Migas bisa kian gesit. Antara lain meningkatkan cadangan untuk mencapai target produksi pada tahun – tahun mendatang serta menguatkan kemandirian energi. Ia juga akan melakukan evaluasi terhadap proses pengadaan barang dan jasa agar prosesnya lebih sederhana tanpa meninggalkan kepentingan lembaga sebagai pengawas. Rudi tak memungkiri, selama ini Kontraktor KKS mengeluhkan proses persetujuan yang dianggap lambat karena pembahasan yang terlalu mikro dan detail. Rudi yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa terbaik ITB 1984, dosen teladan ITB 1998, memiliki kiprah mumpuni ketika di BP Migas. Ia sukses membenahi lembaga itu. Kini, dengan jabatan baru yang diemban, ia janji akan ada evaluasi proses-proses persetujuan yang mana yang dapat dipercepat. Tentu saja, koordinasi dengan lembaga lain juga jadi fokus Rudi agar sejumlah hambatan di industri migas bisa segera terselesaikan. Misalnya terkait dengan perpajakan, aturan cost recovery, pengadaan tanah, kehutanan, lingkungan, kelautan dan sebagainya. Lulusan Institut Teknologi Bandung Teknik Perminyakan dan Technische Universitaet Clausthal Jerman ini optimis bisa menegakkan pencapaian target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sehingga, industri migas memberi efek berantai bagi ekonomi nasional. Sebagaimana perintah pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan semua kekayaan alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahterahaan rakyat. Rudi tak memungkiri, semua program yang ia rancang, akan bisa berjalan manakala ada dukungan dari berbagai pihak. Maka, agar dukungan ke SKK Migas kian mengalir, dalam jangka pendek, ia segera akan melakukan penyesuaian organisasi dan SDM. Kemudian, perampingan manajemen dengan mengurangi masalah mikro. Selanjutnya, meningkatkan kapasitas nasional dalam kegiatan Industi Migas. Meningkatkan penemuan Cadangan Migas melalui kegiatan eksplorasi yang masif. Merealisasikan usaha peningkatan Produksi minyak dan gasbumi terutama EOR di KKKS. Sejumlah proyek yang mandeg juga akan digenjot terutama lapangan Banyu-Urip Cepu. Kemudian, penyelesaian Proyek Fasilitas Gas, terutama lapangan Masela, Tangguh, IDD, Jangkrik, Donggi-Senoro. "Semua usaha ini tidak mudah, tetapi saya beserta seluruh pekerja SKK Migas siap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tegas Rudi. Dengan pengalaman yang panjang di lapangan serta manajemen di berbagai institusi, harapan terjadi pembaharuan, akselerasi dan korporasi antara berbagai aspek di industri migas dan meningkatkan industri migas secara menyeluruh diyakini Rudi akan bisa dicapai. Ia optimis, karena selama berkarir, sejumlah permasalahan yang sudah bertahun-tahun terkendala mampu dituntaskan. Seperti Pengembangan Lapangan Kepodang; Pengaliran Gas Lapangan Gajah-Baru, Penyelesaian Hutang TPPI, Negosiasi harga Gas ekspor ke KOGAS-Korea, Alokasi gas Pabrik Petrokimia PAU, Alokasi gas untuk daerah di seluruh Indonesia, Penyelesaian terbakarnya kapal Lentera Bangsa di CNOOC, Penyelsesaian sitasi Darurat Gas di Tarakan, hingga Kasus Darurat Gas Di Jawa Timur. Dengan segunung prestasi itu, ia yakin mampu memajukan industri migas nasional sehingga bisa menyejahterakan rakyat Indonesia. Epung Saepudin [Non-text portions of this message have been removed]
