http://www.antaranews.com/berita/353727/bnpb-banjir-mengancam-jakarta-hingga-februari

BNPB: banjir mengancam Jakarta hingga Februari 
Jumat, 18 Januari 2013 12:12 WIB | 777 Views

 
Banjir melanda delapan persen wilayah DKI Jakarta pada Kamis (17/1).(ANTARA)



Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 
banjir masih mengancam wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya hingga Februari 
karena menurut prakiraan curah hujan di wilayah ini masih tinggi hingga bulan 
depan.

"Data rata-rata bulanan menunjukkan puncak curah hujan di Jakarta terjadi bulan 
Januari hingga Februari dengan intensitas maksimal mencapai lebih dari 400 
milimeter," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo 
Nugroho dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat. 

Sutopo menjelaskan, banjir di Jakarta pada Kamis (17/1) terjadi karena 
intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Ibu Kota, bukan karena kiriman 
dari daerah hulu.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan 
di beberapa wilayah Jakarta seperti Kedoya mencapai 125 milimeter, Tanjung 
Priok 95 milimeter, Cengkareng 103 milimeter dan daerah lain kurang dari 100 
milimeter kemarin.

Hujan lokal membuat ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 920 
sentimeter dan muka air Sungai Ciliwung di Depok hanya mencapai sekitar dua 
meter (siaga III). Sementara tinggi air di Pintu Air  Katulampa sekitar 97 
sentimeter (siaga III). 

BMKG memprakirakan, hujan dengan intensitas ringan sampai lebat masih akan 
terjadi sampai Sabtu (19/1) dan akan mereda pada Minggu dan Senin.

Menurut BNPB, banjir menggenangi sekitar 41 kilometer persegi atau delapan 
persen wilayah Jakarta pada Kamis dan berdampak terhadap 248.846 warga di 74 
kelurahannya. Menurut laporan, 11 orang meninggal dunia selama banjir kemarin.

BNPB belum bisa memperkirakan jumlah kerugian akibat banjir tersebut, "Saat ini 
fokus kami adalah jangan sampai korban bertambah," kata Sutopo.

Tahun 2007, banjir melanda 231,8 kilometer persegi wilayah Jakarta, menyebabkan 
80 orang meninggal dunia, dan 320.000 warga mengungsi. Total kerugian akibat 
banjir 2007 tersebut mencapai Rp4,3 triliun.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke