Banjir di Bunderan HI dan sebagian besar wilayah Jakarta termasuk Istana Negara adalah bukti Pemerintah Pusat seakan lepas tangan dan cuci tangan dengan membiarkan Pemprov DKI kelabakan mengatasi banjir di Jakarta. Walaupun rapat Kordinasi Kabinet sdh dilakukan dan Presiden SBY sdh ikut turun ke lapangan langsung, tidak akan ada gunanya kalo tidak ada ketegasan dan pernyataan resmi dari Presiden SBY ttg apa yang mau dan akan dilakukan / dikerjakan oleh Pemerintah Pusat.
Apalagi di hari ke 3, Menteri PU baru turun ke lokasi Pintu Air Latuharhary yg jebol dan malah bilang bahwa Pemerintah Pusat sdh turut membantu mengatasi. Padahal 2 hari berturut2 kita sudah dengar sendiri Gubernur Jokowi yang turun tangan sendiri dan akhirnya ikut melibatkan pihak swasta (2 perusahaan) untuk mengatasi Pintu Air Latuharhary yang jebol tsb. Kalau cuma model 'muncul di tikungan dan nebeng ke tempat tujuan' dalam hal yang belom diketahui publik secara luas, mungkin masih bisa deh membodohi masyarakat luas. Cuma kalo masalah bendungan Latuharhary yang sdh diliput pers dan diikuti scr seksama oleh masyarakat selama 2 hari berturut-turut, kan malah jadi bahan cemoohan seolah olah' pahlawan nebeng di tikungan'. Ironis sekali jika kualitas menteri di Kabinet Pak SBY seperti ini. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sent: Friday, January 18, 2013 4:13 AM Subject: Fw: Banjir di Bunderan Hotel Indon. Subject: Banjir di Bunderan Hotel Indon. FREE Animations for your email - by IncrediMail Click Here! ► [Non-text portions of this message have been removed]
