Ref. Syukur dan pujian kepada Kementrian Luar Negeri [Kemu] NKRI, kalau apa 
yang diklaim adalah benar. Barangkali juga untuk sekadar mengasak otak 
dipertanyakan mengapa justeru di Arab Sauda yang seharusnya menjadi contoh baik 
terjadi berbagai masalah terhadap ribuan TKI/TKW seagama dan seiman?

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/20/1/124204/Kemlu-Klaim-Selamatkan-Ribuan-WNI-Bermasalah-di-Arab-Saudi

Kemlu Klaim Selamatkan Ribuan WNI Bermasalah di Arab Saudi
Minggu, 20 Januari 2013 | 07:37 WIB
 
ANTARA/Ismar Patrizki/zn
TERKAIT

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan komitmen 
pemerintah Indonesia dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) dengan 
menuntaskan ribuan kasus hukum tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.

Direktur Informasi dan Media Kemlu PL E Priatna dalam keterangan tertulis di 
Jakarta, Minggu (20/1), mengatakan melalui mediasi dan upaya Kedutaan Besar 
Republik Indonesia (KBRI), pemerintah berhasil menyelamatkan hak gaji para WNI 
yang bekerja di Arab Saudi senilai US$2,6 juta.

"Kemenlu melalui KBRI Riyadh pun telah berhasil menangani 4.360 kasus WNI baik 
berat maupun ringan. Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 4.195 kasus, di 
luar kasus hukuman mati, berhasil diselesaikan dan para WNI tersebut telah 
dipulangkan kembali ke Tanah Air," kata Priatna.

Secara keseluruhan, 99% kasus yang masuk ke KBRI dapat diselesaikan, sedangkan 
sekitar 1% atau 165 kasus akan diselesaikan pada 2013. Priatna mengatakan, guna 
menangani kasus-kasus khusus, baik masalah pelanggaran hukum dan tindak pidana, 
KBRI menyediakan penerjemah dan pengacara sebagai pendampingan bagi TKI 
bermasalah dalam menghadapi persidangan.

"KBRI telah menjalin kontrak kerja sama dengan lima orang pengacara setempat 
dalam upaya memberikan perlindungan terhadap WNI bermasalah di bawah garis 
kendali Satuan Tugas Pelayanan dan Perlindungan WNI KBRI Riyadh," katanya.

Selain itu, KBRI juga memiliki rumah penampungan (transit house) yang berdaya 
tampung lebih kurang 200 orang. Dalam kondisi normal, rumah penampungan itu 
dapat diisi rata-rata 150 orang TKI bermasalah.

Namun, dalam masa-masa tertentu, seperti pascamusim haji, sering kali tempat 
transit itu dihuni melebihi kapasitas maksimal. "Kadang hingga 500 orang," kata 
Priatna.

Dalam kondisi tersebut, kata Priatna, KBRI menyediakan penampungan darurat di 
basement gedung KBRI dengan kapasitas tampung sebanyak 100 orang. Hingga 15 
Januari 2013, masih tersisa 132 orang WNI di rumah penampungan yang masih 
menunggu proses administrasi dan keimigrasian dari pihak Arab Saudi untuk 
segera dapat dipulangkan ke Tanah Air. 

"KBRI senantiasa mengupayakan permasalahan WNI di Riyadh dapat diselesaikan 
dalam waktu singkat, mengingat banyaknya WNI yang bekerja dan tinggal di luar 
kota Riyadh, KBRI juga melakukan pelayanan jemput bola untuk pelayanan 
kekonsuleran dan keimigrasian sekaligus melakukan pembinaan masyarakat secara 
rutin di wilayah kantong-kantong TKI," tegasnya. (Ant/OL-04)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke