http://www.jurnalharian.com/2013/01/perubahan-warna-langit-ketika-waktu.html

Perubahan Warna Langit Ketika Waktu Sholat Tiba 
Written By Adityo Guni Waluyo on Sabtu, 19 Januari 2013 | 10.01

Jurnal Harian : 

 
1. Waktu Sholat Subuh
  
Jika kita sering memperhatikan waktu selepas shubuh, apalagi menjelang siang, 
langit seringkali berwarna biru yang diselingi dengan merah (oranye) yang 
dihasilkan oleh sinar mentari yang akan terbit.
Dalam Islam, tidur setelah shubuh sangat dilarang karena akan ketinggalan 
rezeki. Seperti Sabda Rasulullah : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di 
pagi harinya,” (HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, 
shahih At-Targhiib waTarhiib no, 1693)
Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karana 
warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah, 
kita akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.
Pada waktu shubuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersamaan 
dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.
Jadi warna biru muda atau waktu shubuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan 
rezeki dan komunikasi.
Mereka yang kerap tertinggal waktu shubuhnya ataupun terlewat secara 
berulang-ulang kali, lama-kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan 
rezeki. Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid 
yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam arti 
kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Di sini juga dapat kita ambil 
hikmah untuk solat di awal waktu.
Bermulanya saat azan shubuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap 
optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi 
pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat shubuh sebenarnya sudah 
mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

2. Waktu Sholat Dzuhur
Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangi makan pada waktu 
kuning (siang hari) ialah amalan terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi 
kreatif, tajam, dan peka. Ini mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan 
puasa sunah Senin dan Kamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.
Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang 
berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang 
berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat 
Zuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut 
dan hilang sifat cerianya.

3. Waktu Sholat Ashar
Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oranye, yaitu masuknya waktu 
Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, 
uterus, ovarium dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.
Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan 
hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar dipakai 
buat tidur.

4. Waktu Sholat Magrib
Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita 
kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini 
karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis 
(infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana 
mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga 
sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini alias menjalankan sholat Maghrib dulu.
Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf 
dan tulang.
Tahukah Anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai 
resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di 
dalam rumah pada waktu magrib ini.

5. Waktu Sholat Isya
Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki 
fasa kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian 
dimana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.
Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. 
Alam sekarang berada dalam kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam 
Islam dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relaks atau 
istirahat. Allohu alam bi shawwab.

-Neo Helmy Latief- 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke