Ref: Kalau main transasksi berarti fulus turut meramaikan maka oleh karena itu 
defisit negarawan tetapi berlimpah-limpah koruptor.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/01/22/mgzi7d-pemimpin-ri-lahir-dari-sistem-transaksional

Pemimpin RI Lahir dari Sistem Transaksional'
Senin, 21 Januari 2013, 23:38 WIB
Antara/Noveradika   
 
Mahfud MD

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD 
menilai pemimpin Indonesia saat ini lahir dari sistem politik transaksional. 
Karena itu, menurut dia, sulit mencari pemimpin yang tegas dan berani 
menegakkan hukum.

"Politik kita saat ini saling sandera, penegakan hukum seolah transaksi jual 
beli. Hal itu terjadi karena rusaknya sistem rekrutmen politik yang berdasarkan 
transaksi politik yang kotor," katanya di Universitas Islam Indonesia (UII) 
Yogyakarta, Senin (21/1).

Menurut dia pada dialog kepemimpinan bertajuk 'Kontribusi UII dalam Menyiapkan 
Pemimpin Bangsa', ke depan perlu dipikirkan bagaimana menata negara ini agar 
memiliki kepemimpinan kuat.

"Jangan biarkan negara ini mengalami disorientasi, sehingga tidak tahu mau 
dibawa ke mana, kemudian timbul ketidakpercayaan dan muncul ketidakpatuhan, dan 
berujung disintegrasi bangsa," katanya.

Ia mengatakan Indonesia mempunyai modal menjadi bangsa besar. Namun pengelolaan 
dan kepemimpinan bangsa ini kurang tepat, sehingga tampak masalah serius.

Bangsa Indonesia, kata dia, secara ideologi kuat dengan Pancasila yang tidak 
akan terkalahkan, secara sosiologis juga kuat, terlihat dari solidaritas bangsa 
yang tinggi, dan sumber daya alam luas, sehingga secara ekonomi kuat, yang 
pertumbuhannya terbesar kedua di Asia.

"Persoalan yang perlu kita benahi adalah manajemen pemerintahan dan 
kepemimpinan," kata Guru Besar Fakultas Hukum UII itu.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara

+++++
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/01/21/mgzj47-parpol-indonesia-inflasi-politisi-dan-defisit-negarawan

Parpol Indonesia: Inflasi Politisi dan Defisit Negarawan
Senin, 21 Januari 2013, 23:58 WIB
   
 
Burhanuddin Muhtadi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) 
Burhanuddin Muhtadi mengatakan pascareformasi, semua hal terkait pejabat publik 
lahir dari partai politik (parpol).
"Namun parpol mengalami inflasi politisi dan defisit negarawan. Kita ini 
bergantung pada parpol, tetapi parpol tidak bisa kita harapkan," katanya di 
Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Senin (21/1).

Menurut dia, ada perbedaan jauh antara politisi dan negarawan. Negarawan selalu 
berpikir tentang apa yang diwariskan untuk generasi selanjutnya, sedangkan 
politisi berpikir bagaimana memenangkan pemilihan ke depan.

Berkaitan dengan hal itu, kata dia, politisi yang lahir dari parpol harus 
berani melakukan otokritik. Kewenangan parpol yang sangat besar saat ini tidak 
diikuti transparansi dan akuntabilitas yang baik, sehingga mengakibatkan 
lahirnya korupsi.

"Oleh karena itu, sistem politik dan parpol harus dibenahi, di antaranya dengan 
membuka ruang untuk orang-orang nonparpol. Jika memaksa memajukan kader yang 
rusak, rusak juga bangsa ini," pungkasnya.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke